Keigo Higashino, Maestro Misteri Jepang, Tutup Usia di 68 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Keigo Higashino, penulis misteri legendaris Jepang, meninggal dunia akibat kanker usus besar pada 27 Juli 2026, dikonfirmasi penerbit pada Senin (31/7).
- Karyanya, termasuk serial Galileo, terjual lebih dari 100 juta kopi di Jepang dan diadaptasi ke berbagai film serta drama, menjangkau penggemar global termasuk Indonesia.
- Warisan Higashino terus berlanjut dengan rencana rilis novel terbaru pada Agustus 2026, menambah daftar 106 karya yang telah ia hasilkan.

Keigo Higashino, pengarang novel misteri paling laris di Jepang yang namanya sejajar dengan Haruki Murakami, menghembuskan napas terakhir pada Kamis (27/7) akibat kanker usus besar di usia 68 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh penerbitnya pada Senin (31/7).
Lahir di Osaka, Higashino memulai karier menulis sambil bekerja sebagai insinyur di Denso Corp. Pada 1985, novel pertamanya "Hokago (After School)" meraih Penghargaan Edogawa Rampo, membuka jalan baginya untuk menjadi penulis penuh waktu. Setahun kemudian, ia memenangkan Penghargaan Penulis Misteri Jepang untuk "Himitsu (Naoko)", memperkokoh posisinya di genre misteri.
Puncak popularitasnya diraih lewat serial Galileo yang menampilkan detektif fisikawan Manabu Yukawa. Novel ketiga serial ini, "The Devotion of Suspect X", memenangkan Naoki Prize dan diadaptasi ke layar lebar maupun drama TV yang dibintangi Masaharu Fukuyama. Total penjualan serial Galileo menembus 10 juta kopi.
Di Indonesia, nama Higashino tak asing di telinga pencinta novel misteri. Sejumlah karyanya seperti "Journey Under the Midnight Sun" dan "The Devotion of Suspect X" telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan menjadi best seller. Gaya penulisannya yang memadukan logika ilmiah dengan alur misteri yang rumit mendapat sambutan hangat dari pembaca lokal.
Pengakuan internasional juga menghampiri. "The Devotion of Suspect X" masuk nominasi Best Novel dalam Edgar Allan Poe Awards di Amerika Serikat, sementara "Newcomer" masuk daftar pendek British Crime Writers' Association's Dagger Awards. Higashino membuktikan bahwa misteri Jepang mampu bersaing di panggung global.
Hingga akhir hayatnya, ia terus produktif. Novel terbaru serial Galileo dijadwalkan rilis pada 5 Agustus mendatang, menjadikan total 106 karya yang telah diterbitkan. Secara kumulatif, cetakan domestiknya melampaui 100 juta eksemplar.
Kepergian Higashino meninggalkan duka mendalam bagi dunia sastra, terutama genre misteri. Namun, warisannya akan terus hidup melalui novel-novelnya yang abadi. Mampukah penulis lain mengisi kekosongan yang ditinggalkannya?



