John Carpenter Tak Lagi Kendalikan 'Halloween', Tapi Royalti Terus Mengucur
Baca dalam 60 detik
- John Carpenter kehilangan kendali kreatif atas waralaba Halloween setelah film pertama, namun tetap menerima royalti dari setiap sekuel yang diproduksi Universal Pictures.
- Film orisinal Halloween (1978) meraup lebih dari 70 juta dolar AS dengan anggaran hanya 325.000 dolar, menjadikannya salah satu investasi horor paling menguntungkan.
- Kini Carpenter lebih fokus pada karier musik bersama putra dan putra baptisnya, mengaku tidak menyesali keputusannya meninggalkan Hollywood.

Sutradara legendaris John Carpenter mengaku tak lagi memiliki kendali atas waralaba Halloween yang ia ciptakan pada 1978. Meski demikian, pria 75 tahun itu tetap menuai keuntungan finansial berkat royalti yang terus mengalir dari setiap sekuel yang diproduksi tanpa keterlibatannya.
Dalam wawancara terbaru dengan The Guardian, Carpenter mengungkapkan bahwa ia awalnya menolak gagasan membuat sekuel Halloween karena merasa cerita aslinya sudah tuntas. Namun, Universal Pictures dan para produser bersikeras melanjutkan waralaba tersebut. "Mereka akan melakukannya, entah saya setuju atau tidak. Jadi, apa yang bisa saya lakukan?" ujar Carpenter.
Daripada kehilangan hak sepenuhnya, Carpenter memutuskan untuk menulis naskah Halloween II (1981) meskipun menolak duduk di kursi sutradara. Keputusan itu membuahkan hasil: hingga kini telah ada 13 film Halloween, dan Carpenter menerima cek royalti setiap kali studio merilis sekuel baru. "Saya duduk di sofa, cek datang. Apa salahnya? Saya adalah seorang kapitalis yang bahagia," katanya.
Kisah Carpenter menjadi pengingat keras bagi para sineas tentang pentingnya negosiasi hak intelektual. Di Indonesia, fenomena serupa mulai terlihat dengan maraknya waralaba film horor seperti Pengabdi Setan dan Danur. Para kreator lokal kerap menghadapi tekanan dari rumah produksi untuk melahirkan sekuel, meski seringkali kualitas cerita menurun. Menurut pengamat perfilman, model royalti ala Carpenter bisa menjadi solusi bagi sutradara untuk tetap mendapatkan penghasilan tanpa kehilangan karya mereka sepenuhnya.
Kini Carpenter, yang pernah menyutradarai film-film ikonik seperti The Thing dan Escape from New York, telah beralih profesi menjadi musisi. Ia tampil bersama putranya, Cody, dan putra baptisnya, Daniel Davies, membawakan aransemen baru dari skor film-filmnya. "Saya tidak punya dendam. Saya bekerja dengan aktor-aktor hebat seperti Kurt Russell dan Jeff Bridges. Sekarang saya main musik. Hidup tidak bisa lebih baik dari ini," tutup Carpenter.
Ke depannya, waralaba Halloween masih akan berlanjut di tangan Universal. Pertanyaan besarnya: apakah tanpa sentuhan Carpenter, seri tersebut masih mampu mempertahankan kualitas horor psikologis yang membuatnya legendaris? Atau akankah studio terus memeras waralaba hingga kehilangan jiwa aslinya?



