Gugur di Medan Narkoba: Prajurit POM TNI Tewas Saat Bantu Polisi di Bireuen
Baca dalam 60 detik
- Pratu Galuh Nugraha, anggota POM TNI AD, tewas terkena peluru pantul saat membantu polisi mengejar bandar narkoba di Bireuen, Aceh.
- Insiden di SPBU Juli itu terjadi saat operasi terhadap empat terduga bandar; satu oknum Brimob diamankan, tiga pelaku masih buron.
- Kapolda Aceh dan Pangdam IM berkoordinasi untuk menjaga soliditas TNI-Polri serta memastikan penyidikan transparan.

Seorang prajurit TNI Angkatan Darat gugur dalam tugas ketika membantu aparat kepolisian mengejar bandar narkoba di Kabupaten Bireuen, Aceh. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (25/7) itu meninggalkan duka mendalam dan menjadi uji soliditas hubungan TNI-Polri di tengah pemberantasan narkoba yang kian intensif.
Korban, Pratu Galuh Nugraha, merupakan anggota Polisi Militer TNI AD yang ikut dalam operasi penangkapan empat terduga bandar narkoba di kawasan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak. Dalam pengejaran, salah satu peluru yang ditembakkan petugas memantul dan mengenai prajurit tersebut. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengungkapkan bahwa operasi itu awalnya menargetkan empat orang dalam satu mobil. Satu di antaranya diduga oknum anggota Brimob berhasil diamankan, sementara tiga lainnya melarikan diri dan masih dalam pengejaran. โAlmarhum menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar biasa,โ ujar Joko, Minggu (26/7).
Insiden ini menyoroti tingginya risiko yang dihadapi aparat dalam pemberantasan narkoba di Aceh, yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur masuk narkotika ke Indonesia. Kapolda Aceh, Irjen Pol Ruddi Setiawan, menyampaikan duka cita dan menekankan pentingnya koordinasi antara TNI dan Polri. โKami turut berbelasungkawa dan akan terus berkoordinasi dengan Pangdam IM serta Danpuspomad untuk memastikan penanganan terbaik,โ kata Joko mewakili Kapolda.
Dari sisi penegakan hukum, peristiwa ini membuka pertanyaan soal prosedur tembakan di lapangan. Peluru pantul yang menewaskan anggota TNI menunjukkan bahwa operasi dengan kontak senjata di area publik menyimpan bahaya kolateral. Polisi masih memburu tiga pelaku yang kabur, dan penyidik terus mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV dan keterangan saksi.
Koordinator Humas juga mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan pelaku untuk melapor. โMari kita jaga situasi tetap kondusif,โ tambahnya.
Ke depan, soliditas TNI-Polri akan menjadi kunci dalam mengungkap jaringan narkoba yang lebih besar di Aceh. Akankah insiden ini mempererat sinergi kedua institusi, atau justru memunculkan evaluasi prosedur operasi bersama?



