75 Tahun Penantian Berakhir: Mayo Juara All-Ireland usai Tekuk Kerry
Baca dalam 60 detik
- Mayo mengalahkan Kerry 1-20 vs 1-17 di final All-Ireland, memutus puasa gelar sejak 1951.
- Tim asuhan Andy Moran bangkit dari ketertinggalan tujuh poin berkat gol Darragh Beirne dan penampilan cemerlang Ryan O'Donoghue, serta Tommy Conroy.
- Kisah perjuangan Mayo menjadi inspirasi universal: ketekunan dan adaptasi akhirnya membuahkan hasil setelah 75 tahun kegagalan.

Mayo akhirnya memecahkan kutukan 75 tahun dengan merebut Sam Maguire Cup setelah menaklukkan Kerry 1-20 vs 1-17 dalam final All-Ireland Senior Football yang penuh drama di Croke Park. Kemenangan ini sekaligus mengubur kenangan pahit 13 kekalahan final sejak gelar terakhir mereka pada 1951.
Kerry tampil dominan di awal melalui gol David Clifford yang membawa mereka unggul 1-6 vs 0-3. Namun, Mayo perlahan menemukan ritme. Ryan O'Donoghue menjadi motor kebangkitan dengan dua poin kunci, sementara masuknya Tommy Conroy memberi energi baru. Hingga turun minum, Mayo hanya tertinggal satu angka (1-8 vs 0-10).
Pada babak kedua, Mayo tampil agresif dan berhasil membalikkan keadaan. Gol Darragh Beirne pada menit ke-42 menjadi momentum penentu, membawa Mayo unggul lima poin. Kerry berusaha keras mengejar melalui duet Clifford dan Sean O'Shea, tapi pertahanan solid Mayo serta kegagalan tembakan akhir Kerry memastikan kemenangan bersejarah. Skor akhir 1-20 vs 1-17.
Setelah peluit panjang berbunyi, pemain dan pendukung Mayo meluapkan emosi yang tertahan selama tiga perempat abad. Kapten Jack Coyne mengangkat trofi di Hogan Stand dengan pidato penuh semangat, menyebut perjuangan panjang ini sebagai bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir.
Kisah Mayo adalah pelajaran universal tentang ketekunan. Di Indonesia, meskipun sepak bola Gaelic tidak populer, narasi kebangkitan tim yang terus gagal hingga akhirnya menang dapat menginspirasi banyak pihakโdari klub sepak bola lokal hingga pebisnis yang menghadapi tantangan. Seperti yang ditunjukkan Mayo, kegagalan berulang justru mengasah mental juara.
Ke depan, tantangan bagi Mayo adalah mempertahankan konsistensi. Dengan kepergian pemain muda berbakat Kobe McDonald ke Australia, apakah Andy Moran mampu membangun ulang tim? Namun untuk malam ini, rakyat Mayo bisa bersenang-senang. Sam Maguire akhirnya pulang.



