Ole Book Prioritaskan Transfer, Tinggalkan Tur Pramusim Dortmund di Jepang
Baca dalam 60 detik
- Direktur olahraga Borussia Dortmund, Ole Book, memilih bertahan di Jerman untuk menggarap transfer, alih-alih ikut serta dalam tur pramusim di Jepang.
- Dortmund kehilangan empat penyerang musim panas ini, termasuk Karim Adeyemi dan Julian Brandt, sehingga Book harus bergerak cepat mengisi dua pos di lini depan.
- Ketiadaan Book di Jepang menegaskan prioritas klub pada perombakan skuat, yang dinanti penggemar setia Dortmund di Indonesia sebagai sinyal ambisi musim depan.

Borussia Dortmund memulai tur pramusim ke Jepang tanpa sosok kunci di jajaran manajemen. Direktur olahraga yang baru diangkat, Ole Book, justru memilih tinggal di Jerman untuk memusatkan perhatian pada pergerakan bursa transfer klub.
Keputusan itu tidak lazim. Dalam tur pramusim, direktur olahraga biasanya mendampingi tim untuk menjalin hubungan dengan pemain dan staf. Namun, dengan perencanaan skuat musim 2026/27 yang memasuki fase kritis, Book menilai waktunya lebih efektif digunakan di markas.
“Kami tahu apa yang kami inginkan. Dua posisi di lini serang menjadi prioritas,” ujar Book kepada Sky Germany seusai menyaksikan kekalahan Dortmund 2-1 dari Fortuna Düsseldorf dalam laga uji coba akhir pekan lalu.
Dua sektor yang dimaksud kosong setelah kepergian sejumlah pemain depan. Karim Adeyemi resmi bergabung dengan Barcelona, sementara kontrak Julian Brandt tidak diperpanjang. Dua talenta muda, Cole Campbell dan Julien Duranville, juga dilepas. Hingga saat ini, Joane Gadou menjadi satu-satunya rekrutan anyar yang didatangkan Book.
Book yang berusia 40 tahun itu enggan terburu-buru. “Waktu adalah segalanya. Kami tidak mau membuat keputusan gegabah,” kata dia, mengisyaratkan pendekatan hati-hati di bursa transfer yang masih berlangsung. Sikap ini berbeda dengan gaya agresif yang kerap ditunjukkan klub lain di Bundesliga.
Selain Book, sejumlah pemain inti juga absen dari penerbangan ke Jepang. Kiper Gregor Kobel, bek Ramy Bensebaini dan Julian Ryerson, gelandang Emre Can dan Marcel Sabitzer, serta bek tengah Nico Schlotterbeck tidak dibawa. Tur ini akan dimulai dengan laga melawan klub mitra Cerezo Osaka pada 29 Juli, lalu berhadapan dengan FC Tokyo pada 1 Agustus.
Bagi penggemar Dortmund di Indonesia, absennya Book dan sejumlah bintang justru menjadi pertanda bahwa klub tengah serius membangun ulang skuat. Basis suporter yang besar di Tanah Air kerap menanti kejutan transfer, terlebih jika Dortmund kembali merekrut pemain Asia atau mempertahankan daya saing di Bundesliga dan Eropa.
Dengan jendela transfer yang masih terbuka, publik menunggu langkah konkret Book. Akankah ia mampu mendatangkan dua penyerang berkualitas sebelum musim dimulai? Atau justru strategi hati-hati ini akan membuat Dortmund tertinggal dari pesaing?



