Chelsea Siap Lepas Pedro Neto, Targetkan Bintang Muda Karim Alajbegovic
Baca dalam 60 detik
- Chelsea dikabarkan akan menjual Pedro Neto ke Liverpool untuk mengumpulkan dana sekitar Rp540 miliar demi mendatangkan Karim Alajbegovic dari Bayer Leverkusen.
- Statistik Neto di Premier League dinilai kurang konsisten—hanya 9 gol dalam 69 penampilan—sementara performa Alajbegovic di RB Salzburg dan Piala Dunia menjanjikan produktivitas lebih.
- Transfer ini menandai strategi baru Chelsea: merekrut pemain muda berpotensi tinggi alih-alih mempertahankan pemain mahal yang belum optimal.

Chelsea mulai bergerak di bursa transfer musim panas ini dengan rencana melepas salah satu pemain sayapnya, Pedro Neto, untuk membuka jalan bagi kedatangan bintang muda Bosnia, Karim Alajbegovic. Langkah ini menjadi sinyal bahwa klub asal London tersebut ingin merombak lini depan demi meningkatkan produktivitas gol.
Pedro Neto didatangkan dari Wolverhampton Wanderers pada musim panas 2024 dengan biaya transfer mencapai £54 juta. Dalam dua musim bersama The Blues, pemain berusia 26 tahun itu mencatatkan sembilan gol dan 12 assist di Premier League. Meski angka itu tergolong wajar, konsistensinya dipertanyakan—ia belum pernah mencetak lebih dari lima gol dalam satu musim liga. Liverpool dilaporkan telah melakukan pembicaraan awal untuk merekrut pemain asal Portugal tersebut, dan Chelsea disebut siap melepasnya dengan harga sekitar £30 juta.
Di sisi lain, Chelsea tengah mendekati Bayer Leverkusen untuk merekrut Karim Alajbegovic. Menurut jurnalis Fabrizio Romano, negosiasi masih berlangsung dan belum ada tawaran resmi, namun The Telegraph menyebut Chelsea sebagai favorit. Klub asal Jerman itu membanderol pemain 18 tahun tersebut sebesar £30 juta—nilai yang nyaris sama dengan potensi pendapatan dari penjualan Neto. The Evening Standard bahkan melaporkan bahwa Neto kemungkinan besar harus dilego agar ada ruang di skuad untuk Alajbegovic.
Alajbegovic bukanlah wajah asing di level internasional. Ia mencuri perhatian saat mencetak gol spektakuler untuk Bosnia melawan Qatar di Piala Dunia, menunjukkan naluri mencetak gol yang jarang dimiliki Neto. Meski belum terbukti di Premier League, statistiknya di RB Salzburg pada musim 2025/26 menunjukkan ia mampu menjadi pencetak gol konsisten. Chelsea tampaknya lebih memilih pemain muda dengan potensi jangka panjang ketimbang mempertahankan Neto yang dianggap sudah mencapai puncak performa tanpa dampak signifikan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah Chelsea ini bisa menjadi pelajaran: klub elite kini lebih berani mengambil risiko pada pemain muda daripada bertahan dengan pemain mahal yang hasilnya pas-pasan. Jika Alajbegovic sukses, ini akan menjadi strategi baru yang patut ditiru oleh klub-klub Asia dalam membangun skuad kompetitif. Namun, apakah kepindahan ke Stamford Bridge akan membuat adaptasinya mulus? Atau justru menjadi beban baru bagi Chelsea? Musim depan akan menjadi jawabannya.



