Liverpool Buru Pengganti Salah: Antara Diomande dan Olise, Mana Pilihan Tepat?
Baca dalam 60 detik
- Liverpool tengah bersiap mengisi kekosongan lini serang setelah Mohamed Salem hengkang, dengan dua kandidat utama yakni Yan Diomande dan Michael Olise.
- Harga banderol Diomande yang mencapai £100 juta dianggap terlalu berisiko, mengingat minimnya pengalaman pemain muda itu di pentas Eropa dan internasional.
- Michael Olise menjadi incaran utama karena rekam jejak menterengnya di Bayern Munich dan Prancis, namun persaingan ketat serta keinginan sang pemain pindah ke Real Madrid menjadi batu sandungan.

Liverpool harus bergerak cepat di bursa transfer musim panas setelah kehilangan Mohamed Salah. Dua nama langsung masuk dalam radar: Yan Diomande, bintang muda RB Leipzig, dan Michael Olise, winger Bayern Munich yang sudah matang. Keputusan harus diambil dengan cermat, karena masing-masing menawarkan profil yang berbeda.
Diomande, masih 19 tahun, menjadi rebutan sejumlah raksasa Eropa seperti Real Madrid, Paris Saint-Germain, dan Manchester City. Namun, Leipzig mematok harga di atas £100 juta—angka yang dianggap terlalu mahal untuk pemain yang baru satu musim menjadi starter reguler. Catatan 13 gol dan 9 assist di semua kompetisi memang menjanjikan, tapi ia belum pernah bermain di kompetisi Eropa dan gagal mencetak gol dalam empat laga Piala Dunia. Liverpool pada dasarnya berinvestasi pada potensi, bukan performa instan.
Di sisi lain, Michael Olise muncul sebagai alternatif yang lebih aman. Pemain 24 tahun itu sudah membuktikan diri di level tertinggi: rekor assist dalam satu edisi Piala Dunia (7 assist untuk Prancis), 19 assist di Bundesliga musim lalu, serta kontribusi 5 gol dan 6 assist di Liga Champions. Perbandingan langsung di Bundesliga menunjukkan Olise mencetak tiga gol lebih banyak dan menciptakan 11 peluang lebih banyak dibanding Diomande. Mantan pemain Chelsea Florent Malouda bahkan menyebutnya "penantang serius Ballon d'Or", sementara Harry Kane menilainya sebagai "winger terbaik di dunia".
Namun, Liverpool tidak sendiri. Klub-klub seperti Arsenal, Chelsea, Manchester City, Manchester United, dan PSG juga mengincar Olise. Masalahnya, pemain kelahiran Inggris itu lebih memilih pindah ke Real Madrid dan belum tertarik kembali ke Premier League. Liverpool harus bekerja ekstra keras jika ingin membawanya ke Anfield. Bagi suporter Indonesia, persaingan ini menarik karena kedua pemain bisa menjadi ikon baru di Premier League yang sangat diikuti di Tanah Air. Transfer besar seperti ini juga kerap memicu pergerakan harga di pasar jersey dan tayangan televisi.
Dengan kepergian Salah, Liverpool tidak bisa lagi hanya mengandalkan potensi. Mereka butuh pemain yang siap pakai, dan Olise jelas memenuhi syarat. Namun, jika gagal mendapatkannya, opsi Diomande tetap terbuka, meski dengan risiko finansial dan adaptasi yang lebih besar. Pertanyaannya, beranikah manajemen Liverpool mengambil risiko besar untuk masa depan, atau memilih kepastian yang mahal?



