Kendra Wilkinson Menitikkan Air Mata: Karier Properti di Tengah Tekanan Hidup
Baca dalam 60 detik
- Bintang reality show Kendra Wilkinson mengaku frustrasi setelah dipecat oleh klien properti pertamanya.
- Meskipun sudah mengantongi lisensi agen properti sejak 2020, Wilkinson merasa kesulitan mendapatkan kepercayaan di industri baru.
- Setelah curhat di media sosial, ia mendapat dukungan penggemar dan bertekad bangkit kembali.

Kendra Wilkinson, mantan bintang Kendra on Top, harus menahan air mata saat membagikan kisah pahitnya sebagai agen properti. Dalam unggahan Instagram, wanita berusia 41 tahun itu mengaku dipecat oleh klien setelah melalui proses panjang dan melelahkan. "Ketika seorang klien memecat Anda... setelah semua kerja keras yang saya lakukan... Ya, saya berjuang hari ini, teman-teman," tulisnya.
Keputusan Wilkinson untuk beralih dari dunia hiburan ke properti diambil pada 2020, tepat setelah ia resmi mendapatkan lisensi agen real estat. Namun, jalan yang ia tempuh tidak semulus yang dibayangkan. Dalam video di Instagram Stories, ia tampak berurai air mata sambil menjelaskan bahwa tekanan ini bukan hanya soal karier, melainkan juga soal hidup secara keseluruhan. "Saya tahu kita semua hidup dalam dunia yang penuh perjuangan. Saya sudah melakukan segalanya dengan benar—membesarkan anak-anak, menempatkan mereka sebagai prioritas. Tapi rasanya berat," ujarnya.
Wilkinson yang pernah menjadi model Playboy dan menikah dengan mantan pemain NFL Hank Baskett, mengakui bahwa klien yang kasar dan sikap tidak sopan dari sebagian orang mulai menggerogoti mentalnya. "Saya orang baik, dan sangat sulit menemukan orang yang mau bekerja sama dengan saya. Dipecat, diperlakukan kasar—semua itu berdampak besar," keluhnya. Kendati demikian, hanya beberapa jam kemudian, ia kembali mengunggah video sambil tersenyum dan berterima kasih atas dukungan yang mengalir deras.
Fenomena ini tak hanya terjadi di Hollywood. Di Indonesia, semakin banyak figur publik yang merambah bisnis properti—dari aktor hingga penyanyi—namun tidak sedikit yang menghadapi kendala serupa: ketidakpercayaan klien atau tekanan dari ekspektasi publik. Perjalanan Wilkinson menjadi pengingat bahwa popularitas di satu bidang tidak otomatis menjamin sukses di bidang lain. Setiap profesi membutuhkan ketekunan dan adaptasi, terutama di tengah persaingan ketat seperti sektor properti.
"Hari ini berat, tapi saya sudah meneteskan obat tetes mata, memoles wajah, dan siap menyambut hari baru. Harus bangkit lagi, kan? Saya perlu menyisir rambut, tapi ini saatnya bertarung, menikmati, dan bersyukur atas apa yang saya miliki," kata Wilkinson dalam unggahan terpisah.
Ke depan, Wilkinson bertekad untuk terus melangkah meskipun jalan yang dilalui belum sepenuhnya mulus. Pertanyaan yang tersisa: akankah bintang realitas ini mampu membangun reputasi baru di dunia properti, atau justru kembali ke panggung hiburan? Yang jelas, perjuangannya telah menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah pada kegagalan.



