Setelah Ketegangan, Pangeran Harry Kembali Ditawari Menginap di Buckingham Palace
Baca dalam 60 detik
- Pangeran Harry akan kembali ke Inggris September mendatang untuk menghadiri WellChild Awards, dan Istana Buckingham kembali menawarinya tempat menginap.
- Sebelumnya, tawaran serupa pada Juli batal karena Harry terlambat mengonfirmasi, memicu perselisihan dengan pihak Istana.
- Kali ini, sumber menyebut Harry akan merespons lebih awal, mengindikasikan kemungkinan perbaikan hubungan dengan keluarga kerajaan.

Pangeran Harry dikabarkan akan mendapat kesempatan menginap di Buckingham Palace saat kunjungannya ke Inggris pada September mendatang, setelah sebelumnya ia berselisih dengan pihak Istana soal akomodasi selama perjalanan di Juli lalu. Kesempatan kedua ini muncul di tengah upaya rekonsiliasi antara Duke of Sussex dan keluarga kerajaan Inggris.
Menurut laporan The Sun, Harry dijadwalkan kembali ke Inggris untuk menghadiri WellChild Awards di London. Kali ini, Istana dikabarkan telah menawarkan kamar di Buckingham Palace, dan sumber menyebut Harry akan menerima tawaran tersebut dengan memberikan pemberitahuan jauh-jauh hari, berbeda dengan kunjungan sebelumnya yang bermasalah.
Pada Juli lalu, Harry—yang kini menetap di California—berniat menginap di Buckingham Palace selama kunjungannya, tetapi tawaran itu batal setelah timnya tidak merespons tepat waktu. Pihak Istana mengatakan bahwa diperlukan pemberitahuan minimal untuk mempersiapkan staf dan keamanan. Tim Harry menyebut keputusan itu mengecewakan dan menuding Istana menarik tawaran secara mendadak. Akibatnya, Harry harus mencari akomodasi lain.
Meski demikian, kunjungan Juli lalu tidak sepenuhnya negatif. Istri Harry, Meghan Markle, serta kedua anak mereka—Pangeran Archie dan Putri Lilibet—berhasil bertemu Raja Charles dalam pertemuan pribadi di Highgrove, kediaman pribadi raja di Gloucestershire. Ini adalah pertama kalinya Archie dan Lilibet bertemu kakek mereka dalam empat tahun, dan Istana menyebut acara itu sebagai "momen keluarga pribadi".
Bagi publik Indonesia, drama keluarga kerajaan Inggris selalu menarik perhatian. Konflik antara Harry dan pihak Istana kerap menjadi bahan perbincangan di media sosial Tanah Air. Kasus ini mengingatkan pada konflik internal keluarga selebriti atau tokoh politik di Indonesia yang kerap terekspos di media. Selain itu, isu keamanan dan privasi yang menjadi alasan Harry menunda konfirmasi juga relevan dengan perdebatan tentang perlindungan data pribadi di Indonesia, terutama setelah disahkannya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP).
Menurut pengamat kerajaan, tawaran akomodasi ini bisa menjadi langkah awal rekonsiliasi, tetapi kegagalan komunikasi sebelumnya menunjukkan masih ada keretakan. "Ini ujian apakah kedua belah pihak bisa berdamai dan membangun kepercayaan kembali," ujar seorang analis. Publik kini menanti apakah kunjungan September nanti akan membuka pintu bagi pertemuan antara Harry dengan kakaknya, Pangeran William, yang hubungannya diketahui renggang.
Apakah drama keluarga kerajaan akan berakhir dengan rekonsiliasi? Atau justru kembali memanas? Jawabannya mungkin akan terlihat pada kunjungan Harry ke London tiga bulan lagi.



