Di Tengah Jadwal NFL, Olivia Culpo Atur Caesar Demi Momen Bersama Suami
Baca dalam 60 detik
- Olivia Culpo menjalani operasi caesar terjadwal untuk anak kedua, menyesuaikan dengan jadwal latihan suami yang padat.
- Christian McCaffrey hanya bisa hadir saat persalinan karena harus kembali ke kamp latihan NFL.
- Kisah ini mengingatkan pada dilema ibu pekerja di Indonesia yang harus menyeimbangkan karir dan pengasuhan.

Momen kelahiran anak kedua Olivia Culpo menjadi bukti betapa rumitnya menyeimbangkan kehidupan keluarga dengan jadwal olahraga profesional. Model berusia 34 tahun itu akan menjalani operasi caesar terjadwal, tepat pada hari libur suaminya, Christian McCaffrey, yang merupakan pemain San Francisco 49ers di NFL.
Culpo mengungkapkan rencana tersebut melalui akun TikTok-nya, menceritakan bahwa operasi harus dilakukan pada hari ketika McCaffrey memiliki jadwal yang “sedikit lebih ringan”. Sebab, setelah sang buah hati lahir, McCaffrey harus segera kembali ke kamp latihan. “Dia akan pergi untuk musim ini. Sangat menyedihkan. Semuanya terasa berat,” ujar Culpo.
Keputusan menjalani caesar bukan tanpa alasan. Culpo melahirkan anak pertama mereka, Colette, melalui operasi caesar pada Juli tahun lalu. Menurut penjelasannya, opsi persalinan normal setelah caesar (VBAC) tidak memungkinkan. Ia pun menjadwalkan operasi di hari libur McCaffrey agar sang atlet bisa hadir. “Setelah itu, dia harus kembali. Jadi ini akan berbeda dengan kelahiran pertama,” katanya.
Culpo mengakui bahwa setelah melahirkan, ia akan mengurus bayi sendirian karena McCaffrey kembali bertugas. Namun ia bersyukur memiliki “desa dan detail keamanan yang besar” untuk membantu merawat bayi baru dan Colette. Situasi ini mengingatkan pada tantangan yang kerap dihadapi ibu pekerja di Indonesia, terutama yang suaminya bekerja di luar kota atau memiliki jadwal padat. Dukungan keluarga dan asisten menjadi krusial agar ibu bisa beristirahat cukup.
Di sisi lain, Culpo juga pernah mengungkapkan kekhawatirannya bahwa memiliki bayi akan berdampak negatif pada kariernya. Dalam podcast The Squeeze, ia berkata, “Pasti ada pergeseran. Mau tidak mau, ada seseorang yang bergantung secara fisik padamu. Aku tidak akan menutup-nutupi. Ya, itu menakutkan.” Namun ia beruntung memiliki suami yang mendukung kariernya. “Jika semua kesempatan itu hilang, apakah aku masih punya semangat seperti 10, 12, 15 tahun lalu ketika ada bayi yang membutuhkanku? Tidak. Dan aku akan memilih bayiku sepuluh kali lipat, jelas,” ucapnya.
Kisah Culpo menjadi cermin bagi banyak perempuan Indonesia yang berusaha menyeimbangkan peran sebagai ibu dan profesional. Keputusan untuk menjalani caesar demi mengakomodasi jadwal suami, serta keterbukaan tentang ketakutan akan karier, menunjukkan bahwa bahkan selebriti pun menghadapi dilema serupa. Di Indonesia, tren VBAC mulai marak, tetapi tidak semua fasilitas kesehatan mendukungnya. Hal ini membuat caesar terjadwal tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian ibu, terutama jika suami memiliki mobilitas tinggi.
Pertanyaannya, akankah semakin banyak ibu di Indonesia yang berani bersuara tentang perjuangan mereka seperti yang dilakukan Culpo? Atau justru kebutuhan untuk ‘tampil sempurna’ masih membungkam realitas di balik layar? Yang jelas, setiap keluarga perlu menemukan ritme dan solusi yang paling pas, tanpa harus merasa sendiri.



