Rosie O'Donnell Masih 'Kesal' dengan Adegan Split-Screen di The View: 'Itu Sudah Direncanakan'
Baca dalam 60 detik
- Rosie O'Donnell kerap menonton ulang pertengkaran dengan Elisabeth Hasselbeck di The View tahun 2007 untuk mengingat kembali momen tersebut.
- Ia menyebut Joy Behar sebagai rekan pembawa acara favoritnya dan mengaku bersedia menjadi pembawa tamu di masa depan.
- Rosie masih merasa jengkel dengan keputusan produksi yang menggunakan layar terpisah saat pertengkaran, yang ia yakini telah direncanakan.

Rosie O'Donnell mengaku sesekali menonton ulang pertengkaran sengitnya dengan Elisabeth Hasselbeck di The View pada 2007, bukan karena nostalgia, melainkan untuk mengingat kembali bagaimana rasanya berada di tengah badai di televisi nasional. Dalam wawancara terbaru dengan People, komedian berusia 64 tahun itu mengungkapkan bahwa ia sengaja memutar ulang rekaman adu argumen soal kebijakan pemerintahan George W. Bush terkait Perang Irak yang membuat keduanya bersitegang di layar kaca ABC.
Momen ikonik yang terekam dalam layar terpisah itu masih membekas di ingatan publik. Namun bagi O'Donnell, tayangan tersebut bukan sekadar kenangan. Ia menjelaskan bahwa ia menontonnya untuk merasakan kembali emosi yang meluap saat itu. "Kadang saya menontonnya. Saya ingin mengingat kembali seperti apa rasanya," katanya. Sementara itu, ia mengaku tidak sanggup menonton wawancaranya dengan Barbra Streisand pada 1997 yang membuatnya menangis.
Soal hubungan dengan mantan rekan kerja, O'Donnell mengakui bahwa Hasselbeck adalah rekan yang paling bermasalah. Namun, ia menegaskan bahwa persahabatan mereka baik-baik saja hingga akhirnya meledak di siaran langsung. Sebaliknya, ia memuji Joy Behar sebagai pembawa acara favorit. Behar yang kini berusia 83 tahun pernah menjadi rekan stand-up comedy-nya di masa muda dan memanggilnya "Si Kecil".
Di luar masa lalu yang panas, O'Donnell membuka peluang untuk kembali ke The View sebagai pembawa tamu. Ia menyebut ulang tahun ke-30 acara itu yang akan datang sebagai alasan yang tepat. Namun, ia juga sadar diri bahwa berdebat politik di televisi bukanlah kekuatan utamanya. "Bukan penggunaan waktu dan bakat terbaik saya untuk bertengkar soal politik sebagai hiburan. Tapi saya seorang patriot Amerika yang sangat mencintai negara ini," ujarnya.
Kontroversi seputar pertengkaran itu tak pernah benar-benar padam. Pada Oktober 2025, O'Donnell menuduh bahwa keputusan produksi untuk beralih ke layar terpisah saat pertengkaran sudah direncanakan. Ia menyebut produser acara bukan tipe orang yang spontan. Hasselbeck membantah keras tuduhan itu. Dalam wawancara dengan Watch What Happens Live with Andy Cohen, O'Donnell mengaku masih kesal dengan pengambilan gambar tersebut. "Mommy tahu cara menyimpan dendam," katanya setengah bercanda.
Pertanyaan yang tersisa: mampukah O'Donnell dan Hasselbeck duduk bersama tanpa ketegangan di masa depan? Atau layar terpisah itu akan terus menjadi pengingat bahwa di televisi, persahabatan bisa berubah jadi pertunjukan yang direncanakan?



