Carapaz Menangi Stage 18, Wabah Sakit Mengintai Tim Pogacar
Baca dalam 60 detik
- Richard Carapaz memenangi stage 18 Tour de France setelah aksi breakaway yang cerdik, unggul 45 detik dari pesaing terdekat.
- Wabah penyakit melanda tim UAE Emirates-XRG, dengan Brandon McNulty mundur dan Adam Yates tampil drop, mengancam dominasi Tadej Pogacar.
- Pogacar masih aman di klasemen umum dengan keunggulan 4 menit 32 detik, namun dua stage Alpe d'Huez ke depan bisa menjadi ujian berat.

Richard Carapaz membuktikan kelasnya sebagai mantan juara Olimpiade dengan kemenangan gemilang di stage 18 Tour de France, Kamis (18/7), di tengah kekhawatiran akan wabah penyakit yang mulai merongrong tim pemimpin klasemen, Tadej Pogacar.
Pembalap asal Ekuador dari tim EF Education-Easypost itu menunjukkan kecerdasan balap yang luar biasa. Ia memanfaatkan momen ketika Valentin Paret-Peintre enggan bergantian memimpin, lalu melancarkan akselerasi mendadak yang membuat lawannya kehilangan ritme. Hasilnya, Carapaz finis 45 detik di depan Mauro Schmid (Jayco-Alula) dan Matteo Jorgenson (Visma-Lease a Bike), yang harus puas bersaing di posisi kedua dan ketiga.
Namun, di balik gemerlap kemenangan Carapaz, kabar buruk datang dari kubu UAE Team Emirates-XRG. Brandon McNulty, salah satu domestik andalan Pogacar, terpaksa abandon di tengah stage akibat sakit. Sebelumnya, Adam Yates juga mengalami masalah serupa setelah stage 16, bahkan nyaris finis terakhir dengan selisih lebih dari 26 menit. Dua pilar penting yang melemah ini bisa menjadi ancaman serius bagi misi Pogacar meraih gelar kelima Tour de France.
Pogacar sendiri masih nyaman di puncak klasemen umum dengan keunggulan 4 menit 32 detik atas Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe) dan 6 menit 51 detik atas rekan setimnya, Isaac del Toro. Ia juga mempertahankan jersey King of the Mountains, meski hanya unggul satu poin. Namun, kehilangan dua pembalap pendukung di etap pegunungan yang brutal bisa menjadi bumerang. Stage 19 dan 20 akan berakhir di Alpe d'Huez, tanjakan ikonik yang kerap menjadi penentu nasib para calon juara.
Bagi pembalap Indonesia, meski tidak ada wakil di ajang ini, Tour de France tetap menjadi tontonan yang sarat pelajaran. Strategi tim, manajemen energi, dan ketahanan fisik di etap pegunungan adalah aspek yang bisa dipelajari oleh para pegiat balap sepeda Tanah Air. Apalagi, Indonesia sendiri memiliki potensi besar di olahraga ini, seperti terlihat dari prestasi atlet balap sepeda di SEA Games.
Menurut analis balap sepeda, kondisi sakit yang melanda tim UAE bisa menjadi celah bagi pesaing seperti Evenepoel atau Carapaz untuk memperkecil jarak. Namun, Pogacar telah menunjukkan dominasi luar biasa sepanjang Tour tahun ini. Pertanyaannya, akankah dua etap Alpe d'Huez yang legendaris mampu menggoyahkan singgasana sang juara bertahan?



