Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan Penerbangan: Lion Group Batalkan 200+ Rute dari Jakarta
Baca dalam 60 detik
- Lion Group membatalkan ratusan penerbangan dari dan menuju Jakarta pada Minggu (6/9) akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Pembatalan mencakup maskapai Lion Air, Batik Air, Super Air Jet, dan Batik Air Malaysia, dengan total lebih dari 200 rute terdampak.
- Penumpang yang terkena dampak dapat mengajukan reschedule atau refund, sementara maskapai memantau aktivitas vulkanik untuk menentukan langkah selanjutnya.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada akhir pekan ini memaksa Lion Group menangguhkan seluruh operasional penerbangannya dari dan menuju Jakarta. Lebih dari 200 jadwal penerbangan yang dioperasikan oleh Lion Air, Batik Air, Super Air Jet, dan Batik Air Malaysia resmi dibatalkan pada Minggu (6/9/2026), menyusul peringatan resmi otoritas penerbangan terkait sebaran abu vulkanik yang membahayakan keselamatan.
Keputusan ini bukan sekadar respons terhadap kondisi di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) maupun Halim Perdanakusuma (HLP). Menurut keterangan manajemen Lion Group, evaluasi dilakukan berdasarkan analisis jalur penerbangan dan wilayah udara yang akan dilintasi. Abu vulkanik yang terbawa angin dapat berubah arah sewaktu-waktu, sehingga rute yang tampak aman di darat belum tentu steril dari partikel berbahaya di ketinggian. Maskapai menilai langkah preventif ini lebih bijak ketimbang mengambil risiko yang dapat membahayakan penumpang dan awak pesawat.
Dampak pembatalan ini terasa luas, tidak hanya bagi penumpang yang akan terbang dari Jakarta, tetapi juga bagi mereka yang hendak menuju ibu kota dari berbagai daerah. Rute domestik seperti Medan, Surabaya, Denpasar, Makassar, hingga kota-kota kecil seperti Muara Bungo dan Lubuklinggau ikut terdampak. Bahkan, penerbangan internasional dari Kuala Lumpur, Singapura, Penang, Bangkok, dan Subang juga dibatalkan. Ini menunjukkan bahwa gangguan akibat bencana alam tidak mengenal batas geografis dan dapat memicu efek domino pada konektivitas nasional maupun regional.
Bagi calon penumpang, situasi ini tentu menimbulkan ketidakpastian. Lion Group telah mengumumkan bahwa pembatalan merupakan kondisi force majeure di luar kendali maskapai. Namun, sebagai bentuk komitmen pelayanan, maskapai membuka opsi perubahan jadwal maupun pengembalian dana tiket sesuai ketentuan yang berlaku. Penumpang yang terdampak diimbau untuk menghubungi maskapai melalui kanal resmi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penjadwalan ulang atau refund.
Langkah Lion Group sejalan dengan praktik keselamatan penerbangan global. Sebelumnya, beberapa maskapai di kawasan Asia Tenggara juga pernah mengambil keputusan serupa saat erupsi Gunung Raung dan Gunung Agung di Indonesia, yang menyebabkan pembatalan massal penerbangan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya koordinasi antara maskapai, otoritas penerbangan, dan badan geologi untuk memastikan keselamatan menjadi prioritas utama.
Ke depan, Lion Group menyatakan akan terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas penerbangan dan pengelola bandara, serta memantau dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala. Pertanyaannya, berapa lama gangguan ini akan berlangsung? Jika aktivitas vulkanik terus meningkat, bukan tidak mungkin pembatalan akan diperpanjang hingga kondisi dinyatakan aman. Sementara itu, para pelancong dan pelaku industri transportasi udara harus bersabar dan menyiapkan rencana cadangan.



