Alonso Optimistis dengan Upgrade Aston Martin: Penentu Masa Depan di F1?
Baca dalam 60 detik
- Aston Martin membawa paket upgrade besar di GP Hungaria setelah absen setengah musim, dengan harapan memperbaiki performa yang tertinggal.
- Fernando Alonso mengaku keputusan bertahan di F1 tidak hanya bergantung pada hasil upgrade, tetapi juga pada kesenangan berkendara di era mesin hybrid saat ini.
- Adrian Newey menegaskan strategi pengembangan besar sekaligus adalah langkah berani untuk mempersiapkan mobil 2026 yang kompetitif.

Pebalap veteran Formula 1, Fernando Alonso, menyambut optimistis paket upgrade besar yang akan dibawa Aston Martin pada Grand Prix Hungaria akhir pekan ini. Namun, ia mengingatkan bahwa ekspektasi tidak boleh berlebihan mengingat tim asal Inggris itu baru pertama kali melakukan perubahan signifikan pada mobilnya musim ini.
Aston Martin memutuskan untuk memperkenalkan revisi besar-besaran secara langsung, bukan dengan cara bertahap seperti kebanyakan tim lain. Langkah ini diambil sebagai strategi efisiensi anggaran di bawah batas pengeluaran F1. Konsekuensinya, tim yang bermarkas di Silverstone itu justru semakin tertinggal dari rival-rivalnya sepanjang paruh pertama musim.
Di dua seri terakhir, Silverstone dan Spa, kelemahan mesin Honda menjadi sangat terlihat. Namun, di Hungaria yang memiliki sirkuit lebih lambat dan tidak terlalu bergantung pada tenaga mesin, Alonso berharap upgrade sasis dan aerodinamika bisa memberikan lompatan performa yang berarti. "Saya lebih tertarik untuk memahami arah mobil ini, apakah kami berada di jalur yang benar dan akhirnya bisa membuka potensi performa," ujar Alonso.
Keputusan Alonso untuk bertahan di F1 musim depan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil upgrade ini. Pebalap berusia 45 tahun itu mengaku masih mempertimbangkan aspek kesenangan dalam berkendara. "Silverstone dan Spa tidak menyenangkan untuk dikendarai. Arah yang kami ambil tahun ini tidak memberikan adrenalin yang sama seperti sebelumnya dari mobil F1," keluh Alonso. Ia menekankan bahwa dirinya perlu menikmati apa yang dilakukan, dan jika F1 tidak lagi memberikan sensasi itu, ia mungkin memilih berhenti.
"Saya memiliki gambaran yang cukup jelas tentang tim bahwa kami akan memperbaiki semua masalah. Butuh waktu, tapi saya tidak ragu Adrian akan memberikan mobil terbaik di grid cepat atau lambat." โ Fernando Alonso
Kepala teknisi Aston Martin, Adrian Newey, membela strategi pengembangan besar sekaligus. Menurutnya, keputusan itu memang menyakitkan karena membuat tim semakin tertinggal di awal musim, tetapi merupakan langkah yang tepat untuk jangka panjang. "Kami mengambil napas dalam-dalam, benar-benar memahami masalah kami, dan paket upgrade di Hungaria adalah tahap pertama, dengan tahap kedua di Zandvoort," jelas Newey. Ia menambahkan bahwa prioritas utama adalah mempersiapkan mobil 2026 yang sangat kompetitif.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, situasi ini menarik untuk diikuti. Honda, yang identik dengan kesuksesan bersama Max Verstappen di masa lalu, kini berjuang mengejar ketertinggalan performa mesin. Sementara itu, Alonso yang pernah menjadi juara dunia dua kali, masih menjadi magnet tersendiri. Pertanyaannya, mampukah upgrade besar ini mengembalikan Aston Martin ke papan tengah dan meyakinkan Alonso untuk terus berlomba?



