Dari Keranjang Sampah ke Olimpiade: Netball Menatap Brisbane 2032
Baca dalam 60 detik
- Netball, yang lahir dari ide seorang pionir Swedia di Inggris abad ke-19, kini mengincar debut Olimpiade pada Brisbane 2032.
- Olahraga yang identik dengan emansipasi perempuan ini menghadapi ketidakpastian masa depan Commonwealth Games dan berupaya 'future-proof' lewat Olimpiade.
- Dengan 13 juta pemain global dan profesionalisme yang meningkat, netball dinilai memiliki peluang kuat untuk diterima IOC.

Netball, olahraga yang lahir dari lemparan bola ke keranjang sampah di sebuah perguruan tinggi Inggris pada 1895, kini menatap panggung terbesarnya: Olimpiade Brisbane 2032. Federasi netball dunia tengah menggalang kampanye agar cabang olahraga yang identik dengan perjuangan emansipasi perempuan ini mendapat tempat di pesta olahraga terbesar planet ini, sebuah langkah yang dinilai akan mengamankan masa depannya di tengah ketidakpastian Commonwealth Games.
Bagi banyak orang, netball mungkin hanya dikenang sebagai permainan sekolah yang dianggap 'feminin'. Namun, di balik anggapan itu, sejarah netball sarat dengan perlawanan terhadap stereotip gender. Olahraga ini dirintis oleh Martina Bergman Osterberg, seorang perempuan Swedia kelahiran 1849 yang mendirikan sebuah perguruan tinggi pendidikan jasmani di Dartford, Inggris. Osterberg, yang dijuluki sebagai 'pembuat perempuan sempurna secara fisik', dengan sengaja merancang olahraga ini sebagai alat untuk membangun kemandirian dan kekuatan perempuan di era Victoria yang patriarkal.
"Netball adalah satu-satunya olahraga yang sepenuhnya dikendalikan, dioperasikan, dirancang, dan dimainkan oleh perempuan sepanjang sejarahnya," ujar Margaret Henley, sejarawan netball dari Universitas Auckland. Menurut Henley, olahraga ini menjadi wadah emansipasi yang 'tenang dan tidak mencolok' bagi perempuan di negara-negara Persemakmuran, tempat netball sangat populer. "Perempuan menemukan kepemimpinan, keterampilan manajemen, dan keuangan di sini, sementara sebelumnya mereka terkurung di rumah," tambahnya.
Kini, netball memasuki era profesional. Liga Super Netball Australia, Suncorp Super Netball, menjadi primadona dengan gaji pemain bintang yang dikabarkan mendekati enam digit angka. Sementara itu, Netball Super League di Inggris baru dua tahun menjalani jalur 10 tahun menuju profesionalisme penuh. Lonjakan penonton sebesar 45% pada tahun pertama transformasi ini menunjukkan animo publik yang besar, apalagi setelah tim Inggris meraih emas Commonwealth Games 2018 dan perak Piala Dunia 2023.
Ambisi netball untuk masuk Olimpiade tidak lepas dari kerapuhan Commonwealth Games. Acara multi-olahraga warisan kolonial Inggris itu kini menghadapi krisis biaya penyelenggaraan dan relevansi. Hanya atletik dan renang yang kini berstatus sebagai cabang inti, sementara netball tidak lagi mendapat jaminan tempat. "Masa depan netball tidak bisa bergantung pada satu acara saja," tegas Dame Liz Nicholl, presiden World Netball. Ia menambahkan bahwa inklusi Olimpiade akan 'future-proof' olahraga ini untuk generasi mendatang.
Dame Liz, mantan CEO UK Sport, percaya netball memiliki kasus yang kuat untuk Brisbane 2032. "Kami harus menunjukkan tata kelola yang baik, jangkauan global, acara yang menarik, dan keselarasan dengan prioritas gerakan Olimpiade," ujarnya. Keputusan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) diperkirakan akan segera diumumkan. Jika berhasil, perjalanan netball dari dua keranjang sampah di halaman kampus hingga panggung Olimpiade akan menjadi kisah yang lengkap.
Bagi Indonesia, meskipun netball belum populer, perkembangan ini patut dicermati. Olahraga yang mengandalkan kecepatan, akurasi, dan kerja sama tim ini bisa menjadi alternatif bagi pengembangan olahraga perempuan di tanah air. Keberhasilan netball menembus Olimpiade juga akan membuka peluang pendanaan dan perhatian global yang lebih besar, yang pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan olahraga ini di kawasan Asia Tenggara.
Pertanyaan besarnya kini: akankah IOC membuka pintu bagi olahraga yang lahir dari semangat pemberontakan perempuan ini? Atau akankah netball tetap menjadi primadona di Commonwealth Games yang meredup? Keputusan dalam waktu dekat akan menentukan arah sejarah salah satu olahraga tim paling unik di dunia.



