Komentar Pedas Soal Penalti Celtic, Manajer Rangers Dihukum Larangan ke Pinggir Lapangan
Baca dalam 60 detik
- Manajer Rangers, Derek McInnes, mendapat larangan empat pertandingan di pinggir lapangan, satu ditangguhkan, setelah menyebut keputusan penalti untuk Celtic sebagai 'menjijikkan'.
- Hukuman itu terkait pernyataan McInnes saat masih menangani Hearts, yang memicu kontroversi dan berujung pada sanksi bagi pemain dan klub lain.
- Larangan ini tidak berlaku untuk laga Eropa, namun McInnes harus absen pada tiga pertandingan domestik awal musim Rangers.

Manajer Rangers, Derek McInnes, harus menyaksikan tiga laga domestik perdana musim ini dari tribun penonton setelah Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA) menjatuhkan hukuman larangan empat pertandingan di pinggir lapangan, dengan satu pertandingan ditangguhkan. Sanksi ini buntut dari komentarnya yang menyebut keputusan penalti kontroversial untuk Celtic sebagai "menjijikkan".
Insiden bermula pada 13 Mei lalu, saat Celtic meraih kemenangan 3-2 atas Motherwell di Fir Park. Wasit memberikan hadiah penalti pada menit ke-96 setelah bola mengenai tangan Sam Nicholson. Eksekusi Kelechi Iheanacho memastikan tiga poin bagi Celtic, yang kala itu hanya tertinggal satu angka dari Hearts di puncak klasemen. Beberapa hari kemudian, Celtic merebut gelar juara setelah mengalahkan Hearts di laga pamungkas.
McInnes, yang saat itu masih melatih Hearts, meluapkan kekesalannya dalam wawancara dengan Sky Sports usai kemenangan timnya atas Falkirk. "Saat Anda mendengar Celtic mendapat penalti menit ke-96 yang sedang diperiksa VAR, Anda langsung menduga mereka akan mendapatkannya. Setelah melihat tayangan ulang, itu menjijikkan. Saya rasa itu bukan penalti. Tapi kami melawan semuanya," ujarnya.
Kontroversi tak berhenti di situ. Nomor telepon wasit John Beaton disebar di media sosial, memaksa polisi mengawasi rumahnya. Seorang remaja bahkan didakwa atas pelanggaran perlindungan data. Sementara itu, kepala wasit SFA Willie Collum membela keputusan Beaton, menyebut posisi tangan Nicholson "tidak wajar" dan kontak tersebut merupakan handball yang bisa dihukum.
Eks gelandang Motherwell, Elliott Watt, yang kini membela Samsunspor di Turki, juga kena sanksi larangan empat pertandingan setelah mengecam keputusan VAR sebagai "yang terburuk dalam sejarah". Klubnya, Motherwell, didenda ยฃ5.000 karena mengunggah video dengan keterangan yang dianggap mengejek wasit.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kasus ini menjadi pengingat betapa sensitifnya kritik terhadap wasit di Skotlandia. Regulasi SFA sangat ketat: aturan 72 melarang pihak mana pun membuat pernyataan yang mengindikasikan bias atau ketidakmampuan wasit, atau menyerang karakter mereka. Sanksi serupa juga pernah diterapkan di Indonesia, meski tidak selalu konsisten. Pelajaran pentingnya, kebebasan berekspresi di sepak bola tetap memiliki batas, terutama jika menyangkut integritas pertandingan.
Hukuman McInnes mulai berlaku saat Rangers bertandang ke Dundee United pada 31 Juli, dilanjutkan laga kandang melawan Hibernian dan partai Piala Liga akhir pekan 15-16 Agustus. Namun, larangan itu tidak berlaku untuk kualifikasi Liga Europa melawan Jagiellonia Bialystok. Jika McInnes kembali melanggar aturan 72 sebelum akhir musim 2026-27, hukuman satu pertandingan yang ditangguhkan akan langsung diaktifkan.
Pertanyaan besarnya, apakah sanksi ini cukup untuk meredam kritik terhadap kepemimpinan wasit di Skotlandia? Atau justru akan memicu perdebatan lebih panjang tentang batas kritik yang wajar dalam sepak bola?



