Warren Zaire-Emery: Target Anyar Manchester United yang Lebih Bertenaga dari Mainoo
Baca dalam 60 detik
- Manchester United dikabarkan siap menggelontorkan dana hingga €80 juta untuk merekrut gelandang muda PSG, Warren Zaire-Emery, yang dinilai memiliki potensi lebih besar ketimbang Kobbie Mainoo.
- Zaire-Emery, yang sudah mengoleksi dua gelar Liga Champions di usia 20 tahun, menawarkan pengalaman dan fleksibilitas posisi yang belum dimiliki Mainoo di level elite Eropa.
- Persaingan di lini tengah Setan Merah kian memanas setelah kedatangan Andrey Santos dan Youri Tielemans, membuat masa depan Mainoo sebagai starter utama semakin terancam.

Manchester United tengah mempersiapkan langkah ambisius di bursa transfer musim panas ini dengan membidik gelandang muda Paris Saint-Germain, Warren Zaire-Emery. Pemain berusia 20 tahun itu disebut-sebut sebagai talenta yang lebih matang ketimbang Kobbie Mainoo, yang justru menjalani Piala Dunia 2026 tanpa satu pun menit bermain bersama Timnas Inggris.
Menurut laporan TopMercato, INEOS—pemilik baru United—telah menyiapkan tawaran awal senilai €60 juta (sekitar £51 juta) untuk Zaire-Emery. Namun, PSG diperkirakan akan membanderol gelandang serba bisa tersebut di angka €80 juta (£69 juta) mengingat kontraknya yang masih berlaku tiga musim lagi. Ketertarikan ini muncul di tengah kebutuhan mendesak United akan tambahan amunisi di lini tengah setelah kepergian Casemiro dan cedera panjang Manuel Ugarte.
Zaire-Emery bukanlah nama baru di panggung sepak bola Eropa. Ia memulai debut profesional di usia 16 tahun pada 2022 dan kini telah mengoleksi 183 penampilan untuk PSG, termasuk 44 laga di Liga Champions—bandingkan dengan Mainoo yang baru dua kali tampil di kompetisi yang sama. Dua gelar juara Liga Champions yang diraihnya bersama Les Parisiens menjadi bukti nyata kapasitasnya di level tertinggi. Agen ternama Jorge Mendes bahkan pernah menjulukinya sebagai "salah satu gelandang terbaik di dunia".
Kedatangan Zaire-Emery akan menambah ketat persaingan di lini tengah United. Sebelumnya, klub asal Manchester itu sudah mendatangkan Andrey Santos dari Chelsea dan Youri Tielemans secara gratis. Santos, yang oleh koresponden Chelsea Nizaar Kinsella disebut "sangat mirip secara statistik dengan Casemiro", lebih berperan sebagai gelandang bertahan. Sementara Tielemans, yang baru saja meneken kontrak lima tahun, diyakini akan bersaing langsung dengan Mainoo untuk posisi gelandang tengah karena profil permainan mereka yang serupa—sama-sama lebih mengandalkan visi dan distribusi bola ketimbang kecepatan.
Perbandingan statistik musim lalu menunjukkan Zaire-Emery unggul dalam beberapa aspek kunci. Di Ligue 1, ia mencatatkan tujuh gol dan assist, menciptakan delapan peluang emas (big chances), serta rata-rata 1,3 umpan kunci per pertandingan dari 27 start. Sebaliknya, Mainoo—yang sempat terhambat skema permainan Ruben Amorim di paruh pertama musim—hanya membukukan tiga kontribusi gol di Premier League, satu peluang emas, dan rata-rata 0,8 umpan kunci dari 16 start. Akurasi umpan Zaire-Emery pun lebih tinggi (94% berbanding 89%).
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perburuan Zaire-Emery oleh Manchester United menjadi tontonan menarik karena memperlihatkan bagaimana klub raksasa Eropa berlomba merebut talenta muda sebelum harganya meroket. Fenomena ini juga mengingatkan pada strategi klub-klub Eropa yang kerap memanfaatkan potensi pemain muda sebagai investasi jangka panjang—sebuah pendekatan yang mulai dilirik oleh klub-klub Asia, termasuk di Indonesia, dalam mengelola akademi dan bursa transfer mereka.
Keputusan akhir tetap berada di tangan PSG yang tak ingin kehilangan aset berharganya. Namun, dengan ambisi INEOS yang terus membangun ulang skuad, bukan tidak mungkin Zaire-Emery akan menjadi bintang baru di Old Trafford musim depan. Pertanyaannya: apakah Mainoo mampu mempertahankan tempatnya di tengah gempuran para pendatang baru?



