Pusat Gadai Indonesia Gempur Pasar dengan Layanan Gadai HP dan Emas, Targetkan 1.000 Outlet
Baca dalam 60 detik
- PGI, pegadaian swasta dengan 1.000 outlet, berekspansi ke gadai emas dan elektronik di tengah tekanan daya beli.
- Kenaikan harga elektronik hingga 30% dinilai mampu meningkatkan nilai pinjaman dan menarik nasabah baru.
- Ekspansi ini memperkuat posisi PGI sebagai pemain utama di pasar gadai nasional yang diperkirakan tumbuh signifikan.

Pusat Gadai Indonesia (PGI) mengumumkan ekspansi layanan ke produk emas dan memperkuat lini gadai elektronik, termasuk ponsel dan laptop, dengan mengantongi izin usaha nasional. Langkah ini diambil di tengah tekanan ekonomi yang mendorong masyarakat mencari alternatif pendanaan cepat.
Founder dan CEO PGI, Andrew Susanto, menyatakan bahwa perusahaan yang telah berdiri 20 tahun ini kini memiliki 1.000 outlet yang tersebar di Jawa dan Sumatra. Sebagai pionir di segmen gadai elektronik, PGI menawarkan rasio Loan to Value (LTV) yang kompetitif, mencapai 80-90% dari nilai barang, jauh di atas rata-rata pegadaian konvensional. "Kami melihat peluang besar di pasar gadai Indonesia yang masih didominasi oleh lembaga formal. Dengan LTV tinggi, nasabah bisa mendapatkan dana lebih besar, terutama saat harga elektronik naik," ujar Andrew dalam wawancara dengan CNBC Indonesia.
Data Kunci:
Ekspansi ke gadai emas menjadi strategi diversifikasi untuk menjangkau segmen konsumen yang lebih luas. Menurut Andrew, emas tetap menjadi instrumen investasi favorit masyarakat Indonesia, terutama saat ketidakpastian ekonomi. "Dengan menambah layanan gadai emas, kami berharap dapat memenuhi kebutuhan nasabah yang ingin memanfaatkan aset mereka tanpa harus menjualnya," jelasnya.
Bisnis gadai di Indonesia tengah menghadapi tekanan akibat pelemahan daya beli masyarakat. Namun, Andrew optimistis bahwa kenaikan harga barang elektronik justru menguntungkan perusahaan karena meningkatkan nilai agunan dan jumlah pinjaman. "Ketika harga HP naik 30%, nasabah bisa meminjam lebih banyak dengan barang yang sama. Ini mendorong pertumbuhan bisnis kami," tambahnya.
Dari sisi regulasi, PGI mendukung penguatan aturan bisnis pegadaian untuk memberikan kepastian hukum bagi pengusaha dan perlindungan bagi nasabah. Andrew menilai bahwa standarisasi operasional dan pengawasan yang ketat akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri gadai swasta. "Kami siap bekerja sama dengan regulator untuk menciptakan ekosistem gadai yang sehat dan transparan," tegasnya.
Ke depan, PGI berencana memperluas jaringannya ke kawasan Indonesia Timur, seperti Sulawesi dan Kalimantan, seiring dengan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Pertanyaan yang muncul adalah apakah ekspansi agresif ini dapat diimbangi dengan manajemen risiko yang baik, terutama dalam mengelola barang jaminan yang fluktuatif nilainya.



