Jacob Elordi Rela Dikurung di Peti Mati Berisi Ular Dua Hari demi Adegan Kematian Euphoria
Baca dalam 60 detik
- Aktor Jacob Elordi menghabiskan dua hari penuh di dalam peti mati dengan ular untuk syuting adegan kematian karakternya di serial Euphoria.
- Meski terlihat ekstrem, Elordi mengaku tidak terganggu dan justru menganggap ular piton yang digunakan sebagai lawan main cukup jinak.
- Di balik ketenangannya, Elordi mengungkapkan ketakutan irasional terhadap air cucian piring—fobia yang jarang diketahui publik.

Jacob Elordi, aktor yang memerankan Nate Jacobs dalam serial Euphoria, menjalani pengalaman syuting yang tak biasa: ia dikurung di dalam peti mati bersama ular selama dua hari penuh. Adegan kematian karakternya—yang dikubur hidup-hidup dan digigit ular derik—memang menjadi salah satu momen paling dramatis di musim kedua serial tersebut. Namun, bagi Elordi, tantangan fisik itu justru terasa ringan dibandingkan dengan fobia pribadinya terhadap air cucian piring.
Dalam wawancara dengan Jimmy Kimmel Live! yang dipandu oleh lawan mainnya, Colman Domingo, Elordi menceritakan proses syuting yang ia jalani. “Sam (Levinson, sutradara) sepertinya sengaja membawa saya kembali untuk menyiksa saya,” candanya. Ia mengaku selama enam pekan hanya berlarian dan dipukuli oleh aktor setinggi tujuh kaki. Puncaknya, ia harus terbaring di dalam peti mati dengan prostetik dan lidah palsu, tanpa bisa melihat apa pun di sekitarnya. “Lalu Sam memasukkan ular ke dalam peti,” tambahnya.
Meski terdengar menakutkan, Elordi mengaku sama sekali tidak terganggu. Ia bahkan memuji kepribadian ular piton yang digunakan sebagai pengganti ular derik. “Dia sangat ramah, jinak, dan mengantuk. Sepertinya kurang sinar matahari,” ujarnya. Alih-alih tampil mengancam, ular itu justru meringkuk di kakinya seperti anjing kecil. “Saya harus mendorongnya agar lebih aktif, tapi dia hanya mencari tempat hangat.”
Menariknya, Elordi justru mengaku lebih takut pada hal-hal sepele seperti air bekas cucian piring. “Airnya selalu hangat, ada potongan ayam atau sisa kacang-kacangan. Anda tidak pernah tahu apa yang ada di dalamnya,” jelasnya. Pernyataan ini kontras dengan ketenangannya saat beradegan ekstrem, menunjukkan bahwa ketakutan manusia seringkali tidak logis.
Bagi penggemar Euphoria di Indonesia, cerita ini menambah lapisan baru pada karakter Nate yang kompleks. Serial garapan Sam Levinson itu sendiri telah menjadi fenomena global, termasuk di Tanah Air, di mana platform streaming seperti HBO Go menayangkannya. Adegan kematian Nate—yang dianggap sebagai klimaks dari perjalanan karakternya—menjadi perbincangan hangat di kalangan penonton Indonesia. Banyak yang mengapresiasi dedikasi Elordi dalam menghidupkan adegan tersebut, meski harus melalui pengalaman fisik yang tidak biasa.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah Euphoria akan menghadirkan kembali karakter Nate dalam bentuk kilas balik atau justru menutup kisahnya secara permanen. Sementara itu, Elordi sendiri tengah sibuk dengan proyek-proyek lain, termasuk film Wuthering Heights yang akan datang. Namun, pengalaman di dalam peti mati bersama ular itu tampaknya akan menjadi salah satu cerita syuting yang paling dikenangnya.



