Dari Panggung BLACKPINK ke Layar Lebar: Dokumenter LISA 'Always Lalisa' Debut di TIFF 2026
Baca dalam 60 detik
- Dokumenter perdana LISA, 'Always Lalisa', akan tayang perdana di Toronto International Film Festival (TIFF) September 2026, menelusuri perjalanannya dari anggota BLACKPINK hingga artis solo global.
- Film arahan Sue Kim ini mengabadikan momen di balik layar album solo 'Alter Ego', penampilan Coachella 2025, dan debut akting LISA di serial HBO 'The White Lotus'.
- LISA mengaku beralih ke akting karena mencari inspirasi baru setelah lebih dari satu dekade berkarier di industri musik.

LISA, personel BLACKPINK yang kini merambah panggung solo dan dunia akting, akan mengawali debut dokumenter perdananya berjudul Always Lalisa di ajang Toronto International Film Festival (TIFF) ke-51 pada September 2026. Film ini bukan sekadar catatan perjalanan karier, melainkan potret intim seorang perempuan Thailand yang tetap menganggap dirinya "biasa saja" di tengah gemerlap sorotan global.
Disutradarai Sue Kim, dokumenter yang direkam selama setahun penuh ini mengupas proses kreatif LISA dalam menyusun album solo perdananya, Alter Ego, serta penampilan perdananya sebagai solois di Coachella 2025. Tak hanya itu, kamera juga mengikuti langkahnya saat menjajal dunia akting lewat musim ketiga serial HBO The White Lotus. Bagi penggemar, film ini menjadi jendela untuk melihat sisi lain LISA yang jarang tereksposโdari mimpi masa kecilnya di Thailand hingga menjadi superstar global.
Dalam setahun terakhir, LISA juga mencatatkan sejumlah pencapaian monumental: tampil di upacara pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 bersama Anitta dan Rema, serta menjadi artis K-pop pertama yang menggelar residensi di Las Vegas lewat pertunjukan VIVA LA LISA di The Colosseum, Caesars Palace. Namun di balik gemerlap itu, LISA mengaku sempat merasa stagnan. Dalam wawancara dengan Vanity Fair, ia mengungkapkan bahwa setelah lebih dari sepuluh tahun berkarier, ia merasa perlu mencari tantangan baru untuk menemukan kembali inspirasi.
Menariknya, LISA mengaku semula tidak tertarik pada akting. Namun sang ibu selalu mendorongnya untuk mencoba sejak kecil, bahkan sempat mendaftarkannya ke sekolah akting. Kini, dorongan itu membuahkan hasil. LISA menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berpura-pura menjadi orang lain di atas panggung. "Ini hanya saya, ditambah sedikit kepercayaan diri," ujarnya saat ditanya perbedaan antara persona panggung dan dirinya yang asli.
Bagi penggemar di Indonesia, dokumenter ini menjadi relevan mengingat basis penggemar BLACKPINK yang sangat besar di Tanah Air. LISA, dengan latar belakang Thailand yang dekat secara kultural, kerap menjadi idola yang terasa lebih "dekat" dibanding artis K-pop lainnya. Kehadiran film ini juga membuka peluang bagi industri dokumenter musik di Indonesia untuk mengeksplorasi kisah personal artis dengan pendekatan sinematik yang lebih dalam.
Pertanyaan besarnya, apakah Always Lalisa akan mampu menembus pasar bioskop Indonesia? Mengingat antusiasme publik terhadap LISA dan kesuksesan film dokumenter musisi lain di Tanah Air, bukan tidak mungkin film ini akan menjadi salah satu tayangan yang paling dinantikan. Yang jelas, LISA telah membuktikan bahwa ia bukan sekadar bintang K-pop, melainkan seorang entertainer multidimensi yang siap menaklukkan industri hiburan global.



