500 Layang-Layang Bercahaya Hiasi Malam Danang: Gebrakan Baru Pariwisata Malam Vietnam
Baca dalam 60 detik
- Festival Enjoy Danang 2026 akan menampilkan 500 layang-layang berpendar di pesisir kota, sebuah atraksi malam pertama di Vietnam.
- Acara ini bagian dari strategi Danang memperkuat pariwisata malam, menyusul lonjakan 22,5% kunjungan wisatawan pada semester I 2026.
- Pertunjukan seni di Pantai My Khe dan panggung apung menjadi daya tarik tambahan, mengangkat warisan budaya Quang Nam.

Lima ratus layang-layang bercahaya akan menerbangi langit malam Danang pada akhir Juli 2026, menandai pertama kalinya atraksi semacam itu digelar di pesisir Vietnam. Perhelatan yang menjadi bagian dari Enjoy Danang Festival 2026 ini dijadwalkan berlangsung pada 22โ26 Juli, dengan puncak acara Sea of Lights Gala pada 24โ26 Juli.
Pertunjukan bertajuk "A Thousand Stars Touching the Realm of Memories" itu akan memadukan 500 layang-layang berpendar dengan efek musik dan cahaya, menciptakan panorama artistik di sepanjang garis pantai. Selain atraksi utama, festival juga menyediakan zona pengalaman, area kuliner, dan kegiatan komunitas yang dirancang untuk memperkaya produk wisata malam Danang.
Sehari sebelumnya, pada 23 Juli, Pantai My Khe akan menjadi panggung pertunjukan seni berskala besar yang khusus diciptakan untuk latar tepi laut. Ini adalah kali pertama Danang menyelenggarakan produksi seni di atas laut, memanfaatkan lanskap alami Pantai My Khe sebagai latar belakang. Pertunjukan yang dibangun di sekitar citra layar kapal yang mengarah ke laut lepas ini akan menggambarkan perkembangan kawasan Quang Nam-Danang melalui musik, pencahayaan, dan seni teater.
Pertunjukan tersebut akan menampilkan warisan budaya dan sejarah kawasan Quang, termasuk Sungai Thu Bon, desa kerajinan tradisional, komunitas nelayan, dan pelabuhan perdagangan kuno Hoi An, sebelum menggambarkan Danang modern sebagai kota yang dinamis dan terintegrasi secara internasional. Elemen alami seperti laut, ombak, angin, dan cakrawala akan menjadi bagian dari ruang pertunjukan, dipadukan dengan teknologi suara dan pencahayaan modern untuk menciptakan pengalaman seni luar ruangan yang imersif.
Enjoy Danang Festival 2026 akan berlangsung di Taman Laut Timur, pantai wisata, dan berbagai lokasi di seluruh kota, menawarkan program beragam mulai dari budaya, olahraga, hiburan, kuliner, hingga aktivitas pantai. Melalui festival ini, Danang bertujuan mendiversifikasi penawaran pariwisata, menarik lebih banyak pengunjung, dan memperkuat posisinya sebagai destinasi utama untuk acara dan festival besar.
Keberhasilan Danang menarik wisatawan tak lepas dari promosi agresif, perluasan koneksi udara internasional, serta diversifikasi produk dan layanan pariwisata. Pada semester I 2026, kota ini mencatat hampir 9,8 juta kunjungan, meningkat 22,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Wisatawan mancanegara mencapai hampir 5,2 juta, naik 28,7 persen, dan menyumbang 52,8 persen dari total pengunjung yang menginap.
Bagi Indonesia, inovasi pariwisata malam seperti yang dilakukan Danang bisa menjadi referensi. Destinasi seperti Bali, Lombok, atau Labuan Bajo memiliki potensi serupa untuk mengembangkan atraksi malam berbasis layang-layang bercahaya atau pertunjukan laut. Namun, tantangan regulasi dan infrastruktur masih perlu diatasi. Langkah Danang yang mengintegrasikan warisan budaya dengan teknologi modern patut dicermati sebagai model pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Ke depan, apakah Danang mampu mempertahankan momentum pertumbuhan wisatawan dan menjadi kiblat pariwisata malam Asia Tenggara? Ataukah destinasi lain akan segera meniru formula sukses ini?



