Tim SAR Temukan Lagi Jenazah Korban KM Nurul Salsa, Total Jadi Tiga
Baca dalam 60 detik
- Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah perempuan yang mengapung di perairan Kepulauan Selayar, diduga korban KM Nurul Salsa.
- Dua jenazah lain telah dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk identifikasi, menambah daftar korban musibah kapal tenggelam.
- Proses pencarian masih berlangsung, dengan fokus pada perairan sekitar Pulau Mataalang dan Pamulikang.

Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga kuat merupakan korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Penemuan ini menambah jumlah korban yang berhasil dievakuasi menjadi tiga orang, setelah sebelumnya dua jenazah telah dibawa ke Makassar untuk diidentifikasi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan penemuan tersebut pada Selasa (21/7). Jenazah berjenis kelamin perempuan itu ditemukan dalam kondisi mengapung di sekitar Pulau Mataalang dengan menggunakan pelampung. โKN SAR Pacitan langsung bergerak dan mengevakuasi korban setelah menerima informasi,โ ujarnya.
Sebelumnya, pada hari yang sama, nelayan di Pulau Pamulikang melaporkan adanya sesosok mayat terapung di perairan sekitar. Laporan itu segera diteruskan ke Posko SAR di Pelabuhan Benteng. โPagi ini kami menerima laporan dari masyarakat nelayan di Pulau Pamulikang terkait penemuan satu jenazah yang diduga korban KM Nurul Salsa,โ kata Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar. Tim KN SAR Pacitan dan KN SAR Kamajaya pun langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Sementara itu, dua jenazah lainnya saat ini tengah dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara Makassar menggunakan KN SAR Kamajaya. Kapal diperkirakan tiba di Pelabuhan Makassar pada Rabu (22/7) pukul 06.30 WITA. Kedua jenazah tersebut akan menjalani proses identifikasi lebih lanjut untuk memastikan identitas dan penyebab kematian.
Musibah tenggelamnya KM Nurul Salsa menjadi perhatian publik, terutama di wilayah Sulawesi Selatan yang kerap dilanda kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem dan keterbatasan sarana keselamatan. Pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan, yang melibatkan Basarnas, TNI AL, dan nelayan setempat. Operasi difokuskan di perairan sekitar Kepulauan Selayar yang dikenal memiliki arus kuat dan kondisi laut yang menantang.
Ke depan, pertanyaan besar masih menggantung: berapa banyak lagi korban yang belum ditemukan? Dan apakah pemerintah akan memperketat pengawasan keselamatan pelayaran di wilayah rawan seperti ini? Proses identifikasi dan pencarian terus berjalan, namun duka keluarga korban masih belum usai.



