Agen Moise Kean Gencarkan Penawaran ke Klub Eropa, Fiorentina Belum Lepas
Baca dalam 60 detik
- Moise Kean dikabarkan ditawarkan ke Como dan Fenerbahce oleh agennya, meski Fiorentina belum berniat menjual.
- Striker Italia itu hanya mencetak sembilan gol musim lalu akibat cedera pergelangan kaki yang mengganggu performanya.
- Klausul rilis senilai €62 juta telah kedaluwarsa pada 15 Juli, membuat masa depan Kean bergantung pada tawaran konkret.

Langkah agen Moise Kean yang gencar menawarkan kliennya ke sejumlah klub Eropa dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan tanda tanya besar di bursa transfer musim panas ini. Meskipun Fiorentina belum menunjukkan niat untuk melepas sang striker, sang perwakilan justru dikabarkan telah mendekati Como, yang musim depan akan tampil di Liga Champions, dan kini merambah ke raksasa Turki, Fenerbahce.
Kean, yang baru berusia 26 tahun, menjalani musim yang penuh frustrasi di Stadio Artemio Franchi. Dalam 33 penampilan kompetitif, ia hanya mampu menyumbangkan sembilan gol dan dua assist—angka yang jauh di bawah ekspektasi. Cedera pergelangan kaki yang kambuhan menjadi biang keladi, tidak hanya menghambat performanya di level klub tetapi juga memengaruhi kontribusinya untuk tim nasional Italia.
Menurut laporan dari media Turki Fanatik, tawaran Kean telah disodorkan ke Fenerbahce hanya beberapa jam setelah kabar serupa mencuat mengenai pendekatan ke Como. Namun, sejumlah sumber meyakini bahwa inisiatif ini sepenuhnya berasal dari agen, bukan dari klub-klub peminat. Artinya, belum ada negosiasi resmi yang diajukan kepada Fiorentina.
Bagi Fiorentina, situasi ini jelas tidak ideal. Kean adalah aset berharga yang didatangkan dengan investasi besar, dan performanya yang menurun musim lalu membuat nilai jualnya tidak setinggi saat ia masih bersinar di Juventus atau Paris Saint-Germain. Apalagi, klausul rilis yang sudah tidak aktif membuat Fiorentina memegang kendali penuh atas negosiasi—setidaknya hingga Januari mendatang jika ada klausul baru.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan agen Kean ini menarik diamati karena menunjukkan dinamika bursa transfer Eropa yang kerap dipengaruhi oleh kepentingan pribadi pemain dan perwakilannya. Bagi penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti perkembangan Serie A atau Liga Champions, nasib Kean bisa menjadi indikator bagaimana klub-klub Italia mempertahankan pemain bintang di tengah godaan finansial dari luar negeri. Como, yang baru promosi ke Liga Champions, misalnya, membutuhkan striker berpengalaman untuk bersaing di level tertinggi, sementara Fenerbahce di bawah asuhan Jose Mourinho juga tengah memburu pemain depan.
Jika tidak ada tawaran konkret yang masuk, Kean kemungkinan besar akan bertahan di Florence. Namun, sikap agen yang agresif ini bisa memicu ketegangan dengan manajemen klub. Pertanyaan besarnya: akankah Fiorentina mempertahankan pemain yang jelas-jelas ingin hengkang, atau justru memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan finansial di bursa mendatang?



