KKP Satukan 11 Kampus Vokasi Kelautan Jadi Ocean Institute Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Kementerian Kelautan dan Perikanan resmi meluncurkan Ocean Institute Indonesia yang menggabungkan 11 politeknik dan akademi komunitas di bawah satu atap.
- Langkah ini bertujuan menyelaraskan kurikulum vokasi dengan kebutuhan industri perikanan global serta meningkatkan daya saing lulusan.
- Peresmian dihadiri enam menteri dan ditandai dengan kerja sama dengan 17 perguruan tinggi serta mitra dari Korea Selatan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi meluncurkan Ocean Institute of Indonesia (OII) pada Selasa (21/7) di Jakarta, menyatukan 11 satuan pendidikan vokasi di bawah satu lembaga untuk mencetak sumber daya manusia unggul di sektor kelautan dan perikanan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan bahwa gagasan penggabungan ini telah dirancang sejak lama. Ia meninjau langsung seluruh kampus yang akan dilebur dan memutuskan perlunya transformasi menyeluruh. "Saya ingin ini disatukan, diubah secara menyeluruh, mulai dari kurikulum pendidikannya, hingga tujuan akhirnya," ujarnya dalam sambutan di Ballroom KKP.
Sebelas institusi yang bergabung meliputi Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Politeknik KP Dumai, Karawang, Pangandaran, Sidoarjo, Jembrana, Kupang, Bone, Bitung, Sorong, serta Akademi Komunitas Wakatobi. Masing-masing memiliki spesialisasi, seperti penangkapan ikan, budi daya, dan pengolahan hasil laut. Dengan penyatuan ini, KKP berharap tercipta standar kurikulum berbasis industri yang seragam dan relevan dengan perkembangan global.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap OII. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar pada sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar ketahanan pangan nasional. Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto menilai OII berpotensi menjadi pusat unggulan yang melahirkan riset dan startup inovatif di bidang kelautan.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta melaporkan bahwa OII menerapkan pembelajaran vokasi dengan kurikulum yang dirancang bersama industri. Ia menambahkan, sejak awal berdiri, institusi-institusi di bawah KKP telah meluluskan 27.819 orang, dan sebagian besar langsung bekerja di sektor formal maupun wirausaha.
Pada acara peresmian, KKP juga menjalin kerja sama dengan 17 perguruan tinggi dan mitra, termasuk Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, serta dua perusahaan Korea SelatanโOnamu Co. Ltd. dan Vogo Group and Globit Co. Ltd. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat riset terapan dan transfer teknologi.
Langkah KKP menyatukan pendidikan vokasi kelautan menjadi satu institusi terpadu merupakan respons terhadap kebutuhan industri yang semakin kompleks. Dengan kurikulum yang seragam dan berbasis kebutuhan pasar, OII diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas lulusan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim global. Pertanyaannya, mampukah transformasi ini menjawab tantangan kesenjangan keterampilan yang selama ini menghambat daya saing sektor kelautan nasional?



