Aston Villa Kehilangan Morgan Rogers, Morgan Gibbs-White Jadi Target Utama
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa melepas Morgan Rogers ke Chelsea dengan rekor transfer Inggris senilai £117 juta, menghasilkan keuntungan £102 juta.
- Manajer Unai Emery mengincar Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest sebagai pengganti, dengan banderol sekitar £60 juta.
- Gibbs-White dinilai lebih produktif dalam menciptakan peluang dan akurasi tembakan, cocok mengisi peran yang ditinggalkan Rogers.

Aston Villa harus merelakan Morgan Rogers, salah satu pilar serangan mereka, setelah menerima tawaran rekor dari Chelsea senilai £117 juta. Kepergian pemain internasional Inggris itu meninggalkan lubang besar di lini depan Villa Park, namun dana segar yang diperoleh membuka peluang untuk mendatangkan pengganti yang tak kalah mentereng: Morgan Gibbs-White.
Rogers, yang dibeli dari Middlesbrough hanya £15 juta pada Februari 2024, menjadi contoh nyata keberhasilan Villa dalam mengelola aset. Keuntungan £102 juta dari penjualannya akan membantu menyeimbangkan keuangan klub, namun secara teknis, kehilangan pemain yang menyumbang 29% total gol Villa di Premier League musim lalu adalah pukulan berat. Dalam 16 kontribusi gol (gol dan assist), Rogers hanya kalah dari Ollie Watkins di skuad asuhan Unai Emery.
Menurut laporan Football Insider, Villa telah melakukan pendekatan awal untuk merekrut Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest. Gelandang serang berusia 26 tahun itu nyaris bergabung dengan Tottenham Hotspur musim panas lalu dengan nilai £60 juta, dan kini kembali menjadi incaran. Gibbs-White dianggap sebagai pengganti ideal karena mampu bermain sebagai gelandang serang (nomor 10) atau sayap kiri, sama seperti Rogers.
Statistik musim lalu menunjukkan Gibbs-White unggul dalam beberapa aspek. Ia mencatatkan akurasi tembakan ke gawang yang lebih tinggi serta lebih banyak peluang tercipta per 90 menit. Kemampuannya dalam memberikan umpan silang juga lebih baik, yang bisa dimanfaatkan oleh Ollie Watkins di kotak penalti. Konsistensi Gibbs-White juga patut diacungi jempol: ia telah mencatat setidaknya 13 kontribusi gol dalam empat musim beruntun di Premier League.
Namun, Nottingham Forest diperkirakan enggan melepas pemain andalannya, terutama setelah mereka menjual Elliot Anderson dengan harga £116 juta. Manajer Oliver Glasner pasti akan mempertahankan Gibbs-White kecuali ada tawaran yang sulit ditolak. Villa harus bersiap menghadapi negosiasi alot, mengingat Forest juga butuh mempertahankan kekuatan tim.
Bagi Villa, merekrut Gibbs-White bukan sekadar mengganti Rogers, melainkan langkah strategis untuk menembus jajaran "enam besar" Premier League. Dengan dana segar dari penjualan Rogers, Emery memiliki modal untuk berinvestasi pada pemain yang sudah terbukti di liga. Pertanyaannya, apakah Villa mampu menyelesaikan kesepakatan ini di tengah persaingan ketat bursa transfer?



