Rafael Leao Hapus Jejak AC Milan, Peluang ke Turkiye Menguat
Baca dalam 60 detik
- Penyerang Portugal Rafael Leao dikabarkan mulai membuka peluang hengkang ke Galatasaray atau Fenerbahce setelah tak kunjung mendapat tawaran dari Premier League atau LaLiga.
- Indikasi perpindahan semakin kentara setelah Leao menghapus referensi AC Milan dari profil media sosialnya dan mengganti foto profil dengan gambar misterius.
- AC Milan disebut siap melepas Leao dengan harga sekitar โฌ40-50 juta untuk mengurangi beban gaji, meski kontraknya masih tersisa.

Rafael Leao semakin jauh dari skuad AC Milan. Penyerang asal Portugal itu dikabarkan mulai melirik opsi pindah ke klub Turkiye, Galatasaray atau Fenerbahce, setelah tak satu pun klub dari liga top Eropa mengajukan tawaran konkret. Milan pun optimistis pemain berusia 25 tahun itu akan menerima proposal dari Super Lig Turki.
Pada akhir musim lalu, Leao berulang kali menyatakan bahwa petualangannya di Serie A telah usai dan ia mengincar tantangan baru. Ia secara spesifik menyebut Premier League dan LaLiga sebagai destinasi ideal karena dianggap lebih cocok dengan gaya bermainnya. Namun, hingga bursa transfer berjalan, tak ada satupun klub dari Inggris atau Spanyol yang bergerak mendekatinya.
Realitas itu perlahan diterima Leao. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, sang pemain mulai membuka pintu untuk pindah ke Turkiye. Indikasi kuat terlihat dari aktivitasnya di media sosial. Leao menghapus seluruh referensi tentang AC Milan dari profilnya, mengganti foto profil dengan gambar sorotan lampu yang menyorot seseorang di tengah kerumunan. Satu-satunya yang disebut adalah lini pakaian miliknya, Son Is Son.
Tak hanya itu, Leao dikabarkan sempat berlibur ke Turkiye bersama keluarganya. Kunjungan itu diduga untuk merasakan langsung atmosfer negara yang mungkin akan menjadi rumah barunya. Langkah-langkah ini memperkuat spekulasi bahwa kepindahan ke Istanbul tinggal menunggu waktu.
Bagi AC Milan, situasi ini menjadi peluang untuk mengurangi beban gaji. Dengan kontrak yang masih panjang, Rossoneri disebut siap menerima tawaran sekitar โฌ40-50 juta. Angka itu lebih rendah dari nilai pasar Leao yang sempat mencapai โฌ100 juta, namun dianggap realistis mengingat minimnya peminat dari liga besar.
Keputusan Leao untuk meninggalkan Eropa Barat ke Turkiye menjadi sorotan. Sejak beberapa musim terakhir, Super Lig Turki menjelma menjadi destinasi alternatif bagi pemain bintang yang ingin tetap kompetitif namun dengan tekanan yang lebih rendah. Nama-nama seperti Mauro Icardi, Dries Mertens, dan Lucas Torreira telah lebih dulu merasakan atmosfer liga tersebut.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Leao bisa menjadi sinyal pergeseran peta kekuatan di Eropa. Jika pemain sekaliber Leao lebih memilih Turkiye daripada bertahan di Serie A, itu menandakan bahwa daya tarik finansial dan kompetitif liga-liga non-Elite semakin meningkat. Ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, bahwa membangun liga yang kompetitif dan profesional bisa menarik minat pemain top.
Pertanyaan besarnya, akankah Leao benar-benar mendarat di Turkiye? Ataukah langkah ini hanya strategi untuk memicu minat klub-klub Eropa lainnya? Yang jelas, saga transfer pemain sayap Portugal ini masih akan terus bergulir hingga jendela transfer ditutup.



