Al-Hilal Goda Summerville dengan Gaji Rp225 Miliar, Roma Menepi
Baca dalam 60 detik
- Klub Arab Saudi Al-Hilal menawarkan gaji €15 juta per musim kepada Crysencio Summerville, empat kali lipat dari tawaran Roma.
- Roma memilih mundur dari perburuan, menolak terlibat perang harga yang dianggap tidak rasional.
- Keputusan Summerville akan menentukan nasib kariernya: bermain di Liga Champions atau menerima bayaran fantastis di Saudi.

Klub raksasa Arab Saudi, Al-Hilal, menggebrak bursa transfer dengan menawarkan gaji €15 juta per musim kepada pemain sayap West Ham United, Crysencio Summerville. Tawaran itu membuat AS Roma, yang sebelumnya yakin akan mendapatkan tanda tangan pemain asal Belanda tersebut, memilih mundur dan tidak ingin terlibat perang harga.
Roma sempat berada di ambang kesepakatan dengan West Ham senilai €50 juta termasuk bonus, dan telah menyetujui gaji pribadi sekitar €4 juta per musim untuk Summerville. Keyakinan klub Italia itu begitu besar hingga mereka menyiapkan jet pribadi untuk menjemput pemain berusia 23 tahun tersebut dari Rotterdam. Namun, kehadiran Al-Hilal secara tiba-tiba mengubah segalanya.
Menurut laporan media Italia, Al-Hilal menawarkan kontrak empat tahun dengan nilai total mencapai €60 juta, atau setara Rp1 triliun lebih. Angka tersebut membuat Roma bergidik. “Itu angka yang konyol,” kata seorang sumber internal Roma, seraya menegaskan bahwa klub tidak akan terpancing dalam perang harga yang tidak sehat.
Bagi Roma, prinsip lebih penting daripada sekadar mendapatkan pemain. Manajemen klub menilai jika Summerville rela meninggalkan kesempatan bermain di Liga Champions hanya demi uang, maka mereka tidak akan menghalanginya. Sikap ini menunjukkan perbedaan filosofi antara klub Eropa yang mengedepankan prestasi olahraga dengan klub-klub Timur Tengah yang mengandalkan kekuatan finansial.
Keputusan Summerville menjadi sorotan. Di satu sisi, ia bisa menjadi bagian dari proyek ambisius Roma yang musim depan akan berlaga di Liga Champions—kompetisi paling bergengsi di Eropa. Di sisi lain, tawaran Al-Hilal menawarkan jaminan finansial seumur hidup. Dilema ini kerap dihadapi pemain top di era dominasi dana Timur Tengah.
Menariknya, Roma sebelumnya mengantisipasi persaingan terberat justru datang dari klub Premier League. Namun, Aston Villa yang sempat dikaitkan justru mengalihkan target ke Alejandro Garnacho dari Chelsea dengan skema pinjaman plus opsi beli. Hal ini menunjukkan betapa dinamisnya bursa transfer musim panas ini.
Bagi sepak bola Indonesia, saga Summerville menjadi cermin bagaimana kekuatan finansial mampu mengubah peta persaingan global. Klub-klub Asia kini tidak lagi sekadar tempat pensiun, tetapi menjadi pesaing serius dalam merebut talenta muda Eropa. Pertanyaannya, akankah pemain seperti Summerville menjadi pionir gelombang baru migrasi pemain ke Asia, atau justru tetap setia pada mimpi berlaga di panggung tertinggi Eropa?



