Arsenal Incar 'Reinkarnasi Suarez' di Tengah Keterbatasan Anggaran
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengalihkan target utama ke Nicolo Tresoldi, striker muda Club Brugge yang disebut sebagai titisan Luis Suarez, setelah gagal mendatangkan Julian Alvarez.
- Tresoldi dinilai lebih unggul dalam membangun serangan ketimbang Viktor Gyokeres, yang performanya dianggap kurang memuaskan meski menjadi top skor klub.
- Kedatangan Tresoldi bisa mengancam posisi Gyokeres di starting XI dan memberi opsi baru bagi lini depan Arsenal yang haus variasi.

Dua bulan setelah mengangkat trofi Premier League, Arsenal justru dihadapkan pada dilema transfer yang pelik. Kegagalan mendatangkan Morgan Rogers, Bruno Guimaraes, dan Julian Alvarez membuat suporter mulai resah. Namun di tengah keterbatasan itu, muncul nama Nicolo Tresoldi—striker muda Club Brugge berusia 21 tahun yang dijuluki sebagai "reinkarnasi Luis Suarez" oleh analis Jacek Kulig.
Musim lalu, Tresoldi mencetak 22 gol dalam 50 penampilan di semua kompetisi, 19 di antaranya di Liga Belgia. Ketajamannya sejajar dengan rekan setimnya, Christos Tzolis, yang juga akan bergabung dengan Arsenal dalam waktu dekat. Duet mereka di Brugge menjadi daya tarik tersendiri bagi manajemen The Gunners.
Menurut laporan TEAMtalk, Arsenal telah melakukan pendekatan awal bersama beberapa klub lain seperti Roma, Atletico Madrid, dan Borussia Dortmund untuk mengetahui harga sang pemain. Tresoldi dianggap sebagai opsi alternatif setelah upaya mendatangkan Julian Alvarez dari Atletico menemui jalan buntu—klub Spanyol itu menolak tawaran sekitar £130 juta dari Real Madrid.
Perbandingan dengan Viktor Gyokeres menjadi sorotan. Meski menjadi top skor Arsenal dengan 21 gol musim lalu, kontribusi Gyokeres dalam membangun serangan dinilai kurang. Statistik menunjukkan ia berada di 19% terendah striker di lima liga top Eropa untuk expected threat (xT) dalam fase build-up. Sebaliknya, Tresoldi unggul dalam menciptakan peluang (1,37 per 90 menit) dan lebih aktif dalam penguasaan bola.
Bagi Arsenal, mendatangkan Tresoldi bukan sekadar menambah opsi, melainkan juga memberikan tekanan pada Gyokeres. Jika Tresoldi bergabung, persaingan di lini depan akan semakin ketat. Namun, patut diingat bahwa level Liga Belgia berbeda dengan Premier League. Kegagalan Gyokeres beradaptasi dengan gaya Arsenal menjadi pelajaran berharga.
Dengan keterbatasan dana dan target utama yang sulit diraih, langkah Arsenal membidik Tresoldi terbilang berani. Pertanyaannya, apakah ia akan menjadi solusi jangka panjang atau sekadar pelengkap di bawah bayang-bayang Gyokeres? Hanya waktu yang bisa menjawab.



