Newcastle Ikut Berburu Fikayo Tomori, Bek AC Milan yang Terancam Hengkang
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dan Coventry City bersaing mendapatkan Fikayo Tomori setelah AC Milan memberi lampu hijau untuk transfer bek tengah tersebut.
- Tomori hanya memiliki satu tahun tersisa dalam kontraknya di San Siro, membuat banderolnya turun drastis menjadi sekitar โฌ20 juta.
- Jika bergabung, Tomori diyakini bisa membentuk duet tangguh bersama Malick Thiaw di lini belakang Newcastle.

Newcastle United kembali menghadapi musim panas yang penuh frustrasi setelah gagal mendatangkan target utama di lini depan dan tengah. Kini, The Magpies mengalihkan fokus ke sektor pertahanan dengan ikut serta dalam perburuan bek AC Milan, Fikayo Tomori, yang masa depannya di San Siro semakin tidak pasti.
Tomori, yang pernah merasakan atmosfer Premier League bersama Chelsea, hanya memiliki sisa kontrak satu tahun di Milan. Klub asal Italia itu dikabarkan telah menetapkan harga jual sekitar โฌ20 juta atau setara ยฃ17 jutaโangka yang terbilang murah untuk pemain sekalibernya. Situasi ini membuka peluang bagi Newcastle dan Coventry City untuk mendapatkan servisnya dengan harga diskon.
Menurut laporan Corriere dello Sport yang dikutip Sport Witness, kepergian Tomori dari Milan kini dianggap tak terelakkan. Manajemen Rossoneri telah memberi lampu hijau bagi kedua klub Premier League tersebut untuk memulai negosiasi. Bagi Newcastle, ini menjadi kesempatan untuk memperkuat lini belakang yang sempat goyah musim lalu.
Meski usianya sudah menginjak 28 tahun, Tomori dinilai masih memiliki kualitas untuk bersaing di liga teratas Inggris. Pada musim 2024/2025, ia tampil dalam 31 pertandingan Serie A dan menjadi andalan di jantung pertahanan Milan, meski timnya hanya finis di peringkat kelima. Statistik tekel dan duel udaranya tetap impresif, menjadikannya opsi yang menarik bagi klub yang membutuhkan pengalaman.
Faktor Frank Lampard, yang pernah menangani Tomori di Derby County dan Chelsea, bisa menjadi pertimbangan tersendiri. Namun, Newcastle tetap memiliki daya tarik lebih dibandingkan Coventry yang baru promosi. Bagi The Magpies, kegagalan kembali dalam perburuan transfer akan menjadi pukulan telak setelah sebelumnya kehilangan Victor Munoz dan Johan Manzambi.
Jika berhasil direkrut, Tomori diproyeksikan akan berduet dengan Malick Thiaw di lini belakang. Kombinasi ini dinilai bisa menjadi yang terbaik bagi Newcastle sejak duet Sven Botman dan Fabian Schar. Tomori membawa pengalaman dan ketajaman dalam tekel, sementara Thiaw unggul dalam duel satu lawan satu.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Newcastle di bursa transfer ini menarik untuk diikuti. Klub yang dimiliki oleh konsorsium Arab Saudi tersebut terus berupaya membangun skuad kompetitif, dan kehadiran pemain sekaliber Tomori bisa menjadi sinyal ambisi mereka untuk bersaing di papan atas Premier League. Di sisi lain, Coventry yang baru promosi juga menunjukkan keberanian dengan membidik pemain berkelas.
Keputusan akhir ada di tangan Tomori. Dengan dua klub yang siap menampungnya, ia harus memilih antara bergabung dengan proyek ambisius Newcastle atau menjadi pilar di Coventry yang tengah membangun identitas. Satu hal yang pasti: masa depannya di Milan sudah berakhir, dan bursa transfer musim panas ini akan menjadi penentu langkah selanjutnya.



