Asing Borong Saham Rp220 Miliar di Sesi I, Saham DSSA Jadi Primadona
Baca dalam 60 detik
- Investor asing mencatat net buy Rp220,14 miliar di seluruh pasar pada sesi I perdagangan hari ini, mendorong IHSG menembus level 6.319.
- Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menjadi incaran utama dengan net buy Rp169,72 miliar, diikuti BBRI dan PTRO.
- Pengesahan RUU PFII dan RDG Bank Indonesia menjadi sentimen positif, namun konflik Timur Tengah masih membayangi.

Investor asing kembali menunjukkan optimismenya terhadap pasar saham Indonesia dengan membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) senilai Rp220,14 miliar pada perdagangan sesi I, Selasa (21/7/2026). Aliran dana asing yang deras ini turut mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli dan menembus level psikologis 6.319,85, mencatatkan kenaikan 1,41 persen dalam setengah hari perdagangan.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan total nilai transaksi asing mencapai Rp5,74 triliun, dengan foreign buy sebesar Rp2,98 triliun dan foreign sell Rp2,76 triliun. Aksi beli asing terkonsentrasi pada sejumlah saham besar, dengan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) menjadi primadona setelah diborong asing senilai Rp169,72 miliarโjauh melampaui saham lainnya. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan net buy Rp92,81 miliar dan PT Petrosea Tbk. (PTRO) Rp41,48 miliar.
Kenaikan IHSG hari ini berbarengan dengan pengesahan Rancangan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (RUU PFII) oleh DPR, yang dinilai akan memperkuat daya tarik investasi di Tanah Air. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati dimulainya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan menentukan arah suku bunga acuan. Dari sisi domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut memberikan angin segar dengan menyatakan kondisi perbankan nasional solid, tercermin dari pertumbuhan kredit 11,5 persen secara tahunan.
Di sisi lain, investor masih dibayangi ketidakpastian global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Kelompok Houthi baru-baru ini mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi, memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Namun, sentimen positif domestik tampaknya mampu mengimbangi tekanan eksternal, terbukti dari sektor properti yang memimpin penguatan dengan melesat 5,17 persen, diikuti barang baku (3,21 persen), serta utilitas dan energi (masing-masing di atas 2,5 persen). Hanya sektor kesehatan yang tercatat terkoreksi.
Selain DSSA, BBRI, dan PTRO, saham-saham lain yang turut diburu asing antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp27,98 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) Rp23,64 miliar, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) Rp22,23 miliar, serta PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) Rp21,69 miliar. Minat beli juga terlihat pada PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).
Di tengah derasnya aliran dana masuk, sejumlah saham justru menjadi sasaran aksi jual asing. PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) menjadi yang paling banyak dilepas dengan net sell Rp56,80 miliar, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp45,62 miliar dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) Rp41,92 miliar. Tekanan jual juga menghampiri PT Astra International Tbk. (ASII), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI).
Pertanyaan besarnya, akankah reli IHSG berlanjut setelah RDG BI mengumumkan keputusan suku bunga? Dengan konflik Timur Tengah yang masih panas dan aliran dana asing yang terus mengalir, investor perlu mencermati kombinasi risiko dan peluang di sisa pekan ini.



