Tolak Perpanjangan Kontrak, Alex Scott Jadi Incaran Raksasa Premier League
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Bournemouth Alex Scott menolak tawaran kontrak anyar dari klub, memicu perburuan dari enam klub besar Premier League.
- Arsenal, Manchester United, dan Manchester City termasuk dalam daftar peminat pemain 22 tahun yang baru membawa Bournemouth lolos ke Liga Europa.
- Situasi ini bisa memicu perang harga di bursa transfer musim panas, mengingat Scott masih memiliki sisa kontrak dua tahun.

Gelandang muda Bournemouth, Alex Scott, memutuskan menolak perpanjangan kontrak yang diajukan klub, membuka peluang hengkang di tengah gempuran minat dari sejumlah raksasa Premier League. Keputusan ini menjadi sinyal bahwa pemain internasional Inggris U-21 itu siap melangkah ke level yang lebih tinggi setelah musim gemilang bersama The Cherries.
Bournemouth sebenarnya menjadikan pengikatan Scott sebagai prioritas utama pada bursa transfer musim panas ini. Namun, hingga saat ini belum ada titik temu antara kedua belah pihak. Penolakan ini terjadi di tengah kabar bahwa Arsenal, Manchester United, Tottenham Hotspur, Manchester City, dan Chelsea tengah memantau situasi sang pemain. BBC Sport pada Juni lalu melaporkan bahwa tawaran Arsenal untuk Scott sempat ditolak Bournemouth.
Scott bergabung dengan Bournemouth dari Bristol City pada 2023 dengan biaya transfer £25 juta. Kontraknya saat ini masih tersisa dua tahun. Meski demikian, performa impresifnya musim lalu—membantu Bournemouth finis di posisi keenam klasemen Premier League 2025-26 dan lolos ke Liga Europa untuk pertama kalinya—membuat nilai jualnya meroket. Dalam 89 penampilan bersama Bournemouth di semua kompetisi, ia telah mencetak enam gol.
Karier Scott dimulai dari Guernsey FC sebelum pindah ke Bristol City pada 2020. Di sana ia mencatatkan 91 penampilan di Championship dan dinobatkan sebagai pemain muda terbaik divisi tersebut pada musim 2022-23. Debutnya di tim senior Inggris terjadi pada November lalu, dan ia sempat dipanggil ke kamp pelatihan pra-Piala Dunia Thomas Tuchel di Florida, meski belum mendapatkan caps resmi.
Bagi klub-klub peminat, Scott menawarkan fleksibilitas sebagai gelandang serang atau box-to-box dengan kemampuan membaca permainan yang matang. Arsenal disebut-sebut paling serius, terutama setelah gagal mendatangkannya pada jendela transfer sebelumnya. Namun, Bournemouth diperkirakan akan membanderol Scott dengan harga tinggi, mengingat ia masih terikat kontrak jangka panjang.
Dari perspektif Indonesia, situasi ini menarik untuk dicermati karena menunjukkan bagaimana pemain muda Inggris kini menjadi komoditas panas di bursa transfer. Pola perburuan gelandang kreatif seperti Scott juga kerap memengaruhi strategi klub-klub Eropa dalam merekrut pemain dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang mulai dilirik sebagai pasar potensial. Meski belum ada pemain Indonesia yang menembus level Premier League, perkembangan Scott bisa menjadi tolok ukur standar kompetisi yang harus dihadapi.
Dengan minat dari setidaknya enam klub besar, Bournemouth berada dalam posisi sulit: mempertahankan Scott dengan risiko kehilangan secara gratis di masa depan, atau menjualnya dengan harga premium sekarang. Keputusan akhir akan sangat bergantung pada sejauh mana Scott bersikukuh ingin pergi, dan apakah ada klub yang bersedia memenuhi banderol Bournemouth.



