Rekor Transfer Wanita Pecah: Tottenham Gaet Bek Timnas Prancis dari Lyon
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur mengamankan jasa Alice Sombath dengan biaya transfer tertinggi sepanjang sejarah klub, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Signe Gaupset.
- Bek serba bisa berusia 22 tahun itu membawa pengalaman lima musim di Lyon dengan lima gelar liga dan satu trofi Liga Champions Wanita.
- Rekrutan ini memperkuat ambisi Tottenham di Women's Super League yang kian kompetitif, sekaligus menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola wanita global.

Tottenham Hotspur resmi memecahkan rekor transfer klub mereka dengan mendatangkan bek timnas Prancis, Alice Sombath, dari Olympique Lyonnais. Langkah ini menandai ambisi baru Spurs di kancah sepak bola wanita Inggris yang semakin bergengsi.
Pemain berusia 22 tahun itu bergabung dengan biaya yang tidak diungkapkan, namun dipastikan melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh gelandang Norwegia, Signe Gaupset, yang diboyong dengan nilai sekitar ยฃ375.000 pada tahun lalu. Sombath menandatangani kontrak berdurasi multi-tahun, meski detail spesifik masa baktinya masih dirahasiakan.
Sombath bukanlah nama asing di Eropa. Ia menghabiskan lima musim bersama raksasa Prancis, Lyon, dan mencatatkan 102 penampilan. Selama periode tersebut, ia meraih lima gelar juara Premiรจre Ligue secara beruntun serta turut serta dalam skuad yang mengangkat trofi Liga Champions Wanita musim 2021-2022. Kiprahnya di level internasional juga cemerlang: ia telah memperkuat Prancis di semua kelompok umur mulai dari U-16 hingga tim senior, dan menjadi starter dalam tiga pertandingan fase grup Euro 2025.
Manajer Tottenham, Martin Ho, menyambut positif kedatangan Sombath. "Dia adalah pemain yang sudah lama kami pantau dan sesuai dengan profil yang kami bangun di sini. Alice adalah bek agresif yang nyaman menguasai bola, kompetitif dalam duel, dan memiliki ambisi untuk terus berkembang setiap hari," ujarnya. Ho menambahkan bahwa Sombath telah menunjukkan kedewasaan dalam performanya dan diyakini akan menjadi pemain top di lingkungan Spurs.
Sombath sendiri mengaku antusias menghadapi tantangan baru. "Saya ingin memberikan yang terbaik di Tottenham. Liga ini sangat kompetitif, setiap pertandingan berat, dan itulah yang paling membuat saya bersemangat. Saya melihat Spurs musim lalu sangat bagus, dan kualitas saya bisa membawa sesuatu yang baru bagi tim," katanya.
Transfer ini menjadi bagian dari strategi Tottenham yang agresif di bursa transfer. Selain Sombath, Spurs telah mendatangkan lima pemain anyar lainnya: Shekeira Martinez, Kirsty Hanson, Victoria Pelova, Caitlin Dijkstra, dan Selma Panengstuen. Semua rekrutan dilakukan lebih awal, menunjukkan keseriusan klub dalam membangun skuad kompetitif untuk musim depan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini patut dicermati. Women's Super League (WSL) Inggris kini menjadi salah satu liga wanita paling menarik di dunia, dengan investasi klub-klub yang terus meningkat. Kehadiran pemain sekaliber Sombath tidak hanya memperkuat daya saing liga, tetapi juga membuka peluang bagi pemain Asia, termasuk Indonesia, untuk bermimpi menembus level tertinggi. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan akan lahir pemain Indonesia yang berlaga di WSL.
Dengan rekor transfer yang pecah dan skuad yang kian solid, Tottenham siap bersaing di papan atas klasemen. Pertanyaan besarnya: akankah investasi ini membawa Spurs merebut gelar juara, atau setidaknya mengamankan tiket ke Liga Champions Wanita musim depan?



