Danantara Umumkan Delapan Mitra PSEL Tahap Kedua, Target Groundbreaking Akhir Tahun
Baca dalam 60 detik
- PT Danantara Investment Management resmi menyerahkan surat penunjukan bersyarat kepada delapan konsorsium pengelola sampah menjadi energi listrik pada 20 Juli 2026.
- Proses seleksi berlangsung kurang dari tujuh pekan dengan 68 aplikasi dari tujuh negara, dan empat konsorsium dipimpin perusahaan Indonesia.
- Tahap selanjutnya mencakup penyusunan studi kelayakan hingga groundbreaking yang ditargetkan pada Desember 2026 hingga Januari 2027.

PT Danantara Investment Management (DIM) resmi menyerahkan Conditional Letter of Award (CLoA) kepada delapan mitra terpilih untuk proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) tahap kedua pada Senin, 20 Juli 2026. Langkah ini menandai percepatan program infrastruktur energi terbarukan yang akan menjangkau 20 kabupaten/kota di Indonesia, dengan target groundbreaking pada akhir tahun ini.
Proses seleksi yang berlangsung kurang dari tujuh pekan ini terbilang cepat. Dari 85 daftar peserta terverifikasi yang berasal dari tujuh negara—Indonesia, Tiongkok, Jepang, Prancis, India, Korea Selatan, dan Singapura—sebanyak 68 aplikasi diterima untuk delapan lokasi proyek. Menariknya, empat dari delapan mitra terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai pemimpin konsorsium terbanyak pada tahap ini.
Kepala Investasi Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara disiplin dan transparan. "Kami berharap seluruh mitra dapat memenuhi target yang telah disepakati serta menerapkan standar tata kelola yang baik dalam pelaksanaannya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026). Evaluasi melibatkan penasihat independen dari sisi teknis, hukum, dan komersial, dengan kriteria penilaian yang mencakup kredensial waste-to-energy, kemampuan finansial, kesiapan implementasi, hingga pengelolaan risiko.
Khusus untuk wilayah Medan Raya, CLoA diberikan kepada mitra cadangan sesuai mekanisme yang telah dirancang sejak awal. Mekanisme ini memastikan proyek tetap berjalan tanpa hambatan jika mitra utama gagal memenuhi persyaratan. Langkah serupa akan diterapkan di lokasi lain jika diperlukan, termasuk opsi penawaran ulang.
Bagi Indonesia, proyek PSEL ini memiliki arti strategis ganda. Di satu sisi, program ini menjawab masalah darurat sampah di kota-kota besar yang selama ini hanya mengandalkan tempat pembuangan akhir. Di sisi lain, energi listrik yang dihasilkan dapat memperkuat bauran energi terbarukan nasional, sejalan dengan target netral karbon 2060. Investor dan pelaku industri patut mencermati perkembangan ini karena melibatkan perusahaan multinasional dan BUMN besar seperti Pertamina.
Setelah penyerahan CLoA, para mitra akan memasuki tahap penyusunan Feasibility Study yang ditargetkan rampung pada pertengahan November 2026. Tahap berikutnya mencakup persiapan perizinan, serah terima lahan, dan groundbreaking yang dijadwalkan pada Desember 2026 hingga Januari 2027. Jika mitra tidak memenuhi persyaratan, penunjukan akan dialihkan ke mitra cadangan atau dilakukan penawaran ulang.
Pertanyaan yang kini mengemuka: mampukah para mitra memenuhi tenggat ketat yang ditetapkan Danantara? Dengan pengalaman internasional yang dimiliki sebagian besar konsorsium, optimisme masih terjaga. Namun, tantangan pembebasan lahan dan koordinasi dengan pemerintah daerah kerap menjadi batu sandungan proyek infrastruktur serupa di Indonesia.



