Nicolò Zaniolo Akhiri Drama Kontrak, Sepakat Bertahan di Udinese hingga 2029
Baca dalam 60 detik
- Zaniolo mencapai kesepakatan lisan dengan Udinese untuk kontrak baru bernilai €2 juta per musim plus bonus, dengan struktur gaji lebih banyak komponen tetap.
- Pemain berusia 25 tahun itu sebelumnya mogok latihan pramusim dengan alasan medis, setelah negosiasi gaji yang sempat alot sejak kepindahannya dari Galatasaray.
- Kesepakatan ini mengamankan masa depan Zaniolo di Serie A hingga 2029, dengan opsi perpanjangan satu musim, sekaligus mengakhiri spekulasi kepergiannya.

Nicolò Zaniolo akhirnya mengakhiri ketegangan dengan Udinese setelah mencapai kesepakatan verbal untuk kontrak baru yang akan mengikatnya hingga Juni 2029, plus opsi perpanjangan satu musim. Pemain berusia 25 tahun itu dijadwalkan kembali menjalani latihan pramusim pada Selasa (23/7) waktu setempat, setelah sebelumnya mangkir dengan dalih cedera.
Kisruh ini bermula dari kepindahan Zaniolo ke Udinese pada hari terakhir bursa transfer musim panas lalu. Ia datang dari Galatasaray dengan status pinjaman plus opsi pembelian, namun karena proses yang tergesa-gesa, kedua pihak sepakat menunda pembahasan gaji hingga akhir musim. Ketika musim berakhir, negosiasi justru menemui jalan buntu. Zaniolo pun menolak bergabung dengan latihan pramusim dan mengirimkan surat dokter sebagai alasan ketidakhadirannya, sementara agennya terus berunding dengan manajemen klub.
Kini, setelah berhari-hari spekulasi, berbagai sumber terpercaya seperti Sky Sport Italia dan Sportitalia mengonfirmasi bahwa kesepakatan lisan telah tercapai. Menurut laporan Calciomercato, gaji baru Zaniolo mencapai €2 juta per musim ditambah bonus. Namun yang lebih krusial, struktur kontrak berubah: porsi gaji tetap menjadi lebih besar ketimbang sebelumnya yang banyak bergantung pada bonus performa. Langkah ini memberikan kepastian pendapatan bagi pemain yang sempat frustrasi dengan sistem insentif yang rumit.
Bagi Udinese, mempertahankan Zaniolo menjadi prioritas mengingat potensi besarnya sebagai gelandang serang. Meski sempat terhambat cedera dan inkonsistensi performa, pemain jebolan akademi Inter Milan itu tetap dianggap sebagai aset berharga. Dengan kontrak jangka panjang ini, klub berharap Zaniolo bisa menjadi pilar utama dalam proyek pembangunan tim ke depan.
Dari sisi pemain, kepastian kontrak ini mengakhiri masa ketidakpastian yang mengganggu persiapannya menyambut musim baru. Zaniolo, yang pernah menjadi andalan timnas Italia, kini punya kesempatan untuk membuktikan diri tanpa beban negosiasi yang menggantung. Langkah selanjutnya adalah menandatangani kontrak resmi dalam waktu dekat.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah apakah Zaniolo mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang melekat padanya sejak pindah ke Udinese. Dengan dukungan kontrak baru dan struktur gaji yang lebih stabil, tekanan kini beralih ke performa di lapangan. Akankah ia kembali ke level terbaiknya seperti saat bersinar di Roma? Atau justru kontrak panjang ini menjadi bumerang jika produktivitasnya tak kunjung membaik? Musim depan akan menjadi jawabannya.



