Rano Karno Perintahkan ATM Bank Jakarta Hadir di Seluruh Rusun DKI
Baca dalam 60 detik
- Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memerintahkan Bank Jakarta untuk memasang ATM di setiap rumah susun milik Pemprov DKI guna memperluas akses perbankan bagi warga.
- Instruksi ini disampaikan saat peresmian KCP Bank Jakarta Kebayoran Park, yang menjadi prototipe cabang generasi baru dengan konsep digital dan pelayanan modern.
- Langkah ini sejalan dengan target Jakarta sebagai kota global inklusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang pada triwulan I 2026 mencapai 5,59 persen.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno secara resmi menginstruksikan Bank Jakarta untuk menyediakan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di seluruh rumah susun yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Langkah ini diambil untuk mengatasi kesulitan akses layanan perbankan yang masih dialami oleh sebagian penghuni rusun.
Instruksi tersebut disampaikan Rano saat meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Jakarta Kebayoran Park di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (20/7). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pelayanan publik harus menjadi prioritas utama, melebihi pertimbangan keuntungan investasi semata. "Saya perintahkan kepada Direktur Utama Bank Jakarta, semua rumah susun kita harus ada ATM. Pelayanan kepada masyarakat jauh lebih penting daripada sekadar menghitung nilai investasi," ujar Rano dalam keterangan tertulis.
Menurut Rano, penyediaan ATM di lingkungan hunian warga merupakan bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang inklusif. Ia berharap Bank Jakarta tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjalankan perannya sebagai bank pembangunan daerah yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Apresiasi pun disampaikan kepada jajaran Bank Jakarta yang dinilai terus berkomitmen memperluas akses layanan keuangan.
KCP Kebayoran Park sendiri menjadi prototipe kantor cabang generasi baru Bank Jakarta. Konsep future branch yang diterapkan mencakup ruang layanan yang lebih terbuka dan nyaman, proses bisnis yang lebih sederhana dan terdigitalisasi, serta peningkatan profesionalisme petugas layanan. Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar tampilan fisik, melainkan transformasi cara melayani nasabah. "Hari ini bukan hanya wajah kantor cabang Bank Jakarta yang berubah. Yang berubah adalah cara kami melayani masyarakat. Perubahan sesungguhnya terjadi ketika masyarakat merasakan layanan yang lebih mudah, lebih cepat, lebih nyaman, dan lebih manusiawi," kata Agus.
Agus menjelaskan bahwa transformasi ini dibangun melalui tiga pilar utama: perubahan ruang pelayanan, penyederhanaan dan digitalisasi proses bisnis, serta penguatan budaya pelayanan. Menurutnya, Jakarta sebagai kota global membutuhkan institusi keuangan daerah yang mampu bertransformasi dengan standar kelas dunia. Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa pengembangan konsep New Look Branch merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat transformasi perusahaan dan mengimplementasikan identitas baru secara konsisten di seluruh jaringan kantor.
Langkah ini juga relevan dengan capaian ekonomi Jakarta yang pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,59 persen dan memberikan kontribusi 16,67 persen terhadap perekonomian nasional. Pemprov DKI Jakarta berencana melanjutkan transformasi ekonomi melalui penguatan iklim investasi, pemberdayaan UMKM, dan percepatan digitalisasi. Bank Jakarta diharapkan turut memperluas akses pembiayaan dan layanan keuangan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
Ke depan, keberhasilan program ini akan diukur dari seberapa cepat dan merata ATM dapat dihadirkan di seluruh rusun, serta sejauh mana transformasi digital Bank Jakarta mampu menjangkau warga yang selama ini kurang terlayani. Akankah inisiatif ini menjadi model bagi bank daerah lain di Indonesia untuk lebih mendekatkan layanan ke masyarakat?



