Al-Hilal Incar Bastoni, Bek Inter yang Tak Berminat ke Saudi
Baca dalam 60 detik
- Klub Arab Saudi Al-Hilal dikabarkan mendekati Alessandro Bastoni, bek Inter Milan yang sebelumnya diminati Barcelona dan Real Madrid.
- Meski diiming-imingi gaji besar dan reuni dengan Simone Inzaghi, Bastoni disebut menolak pindah ke Saudi Pro League di usia 27 tahun.
- Inter Milan masih memegang kendali dengan kontrak Bastoni hingga 2028, dan negosiasi perpanjangan kontrak diperkirakan segera dimulai.

Klub raksasa Arab Saudi, Al-Hilal, dikabarkan mengincar bek tengah Inter Milan, Alessandro Bastoni. Namun, pemain berusia 27 tahun itu diprediksi akan menolak tawaran tersebut karena belum berniat meninggalkan Eropa di puncak kariernya.
Menurut laporan Sky Sport Italia yang dikutip jurnalis transfer Gianluca Di Marzio, Al-Hilal telah melakukan pendekatan awal kepada Inter untuk membahas kemungkinan transfer Bastoni. Meski demikian, belum ada tawaran resmi yang diajukan. Al-Hilal sendiri saat ini masih perlu menjual pemain asing terlebih dahulu agar bisa mendaftarkan pemain baru dari luar negeri, sesuai regulasi liga Saudi.
Ketertarikan Al-Hilal tak lepas dari sosok pelatih Simone Inzaghi, yang pernah menangani Bastoni di Inter Milan. Inzaghi kini menukangi Al-Hilal dan ingin membawa pemain yang pernah ia bentuk menjadi salah satu bek terbaik Serie A. Namun, Di Marzio menegaskan bahwa Bastoni tidak tertarik pindah ke Saudi Pro League pada tahap ini. Ia masih ingin bersaing di level tertinggi Eropa, termasuk Liga Champions.
Sebelumnya, pada bursa transfer musim panas, nama Bastoni sempat dikaitkan dengan sejumlah klub besar seperti Barcelona, Real Madrid, dan Chelsea. Spekulasi kepergiannya dari San Siro kian kencang setelah ia terlibat kontroversi, termasuk aksi pura-pura yang menyebabkan kartu merah pemain Juventus Pierre Kalulu, serta kartu merah di play-off Piala Dunia bersama Timnas Italia. Namun, pelatih Inter saat itu, Cristian Chivu, bersikeras bahwa Bastoni tidak akan dijual.
Dari sisi Inter, klub tidak dalam posisi terdesak untuk menjual. Bastoni masih terikat kontrak hingga 2028, dan negosiasi perpanjangan kontrak diperkirakan akan segera dimulai. Manajemen Inter menilai Bastoni sebagai aset jangka panjang yang sulit digantikan, terutama dengan skema tiga bek yang menjadi andalan tim.
Bagi pembaca di Indonesia, pergerakan ini menarik karena Al-Hilal merupakan klub yang kerap mendatangkan pemain top Eropa, seperti Neymar dan Ruben Neves. Jika Bastoni bergabung, ia akan menjadi salah satu bek termahal yang pernah bermain di Liga Saudi. Namun, keputusan Bastoni untuk bertahan di Eropa menunjukkan bahwa daya tarik finansial Saudi belum cukup untuk menggeser ambisi bermain di kompetisi elite Eropa bagi pemain seusianya.
Ke depannya, apakah Al-Hilal akan meningkatkan tawaran atau beralih ke target lain? Atau justru Inter akan mengamankan Bastoni dengan kontrak baru yang lebih panjang? Yang jelas, saga transfer ini masih panjang dan akan menjadi salah satu cerita menarik di bursa mendatang.



