Kunjungan Trump ke Final Piala Dunia Picu Kekacauan Logistik di Stadion New Jersey
Baca dalam 60 detik
- Antrean panjang hingga tiga jam dialami wartawan dan penggemar di final Piala Dunia 2025 akibat pengamanan ekstra karena kehadiran Presiden AS Donald Trump.
- FIFA telah memperingatkan kedatangan enam jam sebelum kick-off, namun prosedur Secret Service dan kegagalan pemindai tiket memperparah kemacetan.
- Insiden ini mengulangi kekacauan serupa di final Copa America 2024, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan AS menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.

Kemacetan panjang dan kebingungan massal mewarnai pintu masuk Stadion New York New Jersey pada Minggu (19/7) saat final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina berlangsung. Kehadiran Presiden AS Donald Trump yang dijadwalkan hadir di tribun kehormatan menjadi pemicu utama penerapan protokol keamanan superketat, yang justru membuat ribuan pemegang tiket dan awak media terjebak antrean hingga tiga jam.
Dua hari sebelum laga puncak, FIFA telah mengirimkan imbauan kepada wartawan untuk tiba enam jam lebih awal dan mewaspadai penutupan jalan raya yang mulai berlaku 150 menit sebelum kick-off. Namun, realitas di lapangan jauh lebih rumit. Seorang reporter Field Level Media mencatat waktu tunggu 90 menit hanya untuk melewati perimeter keamanan pertama, sementara rekan lain yang datang lebih pagi melaporkan antrean lebih dari tiga jam. Banyak awak media bahkan ditolak masuk dan dialihkan ke pusat akreditasi stadion.
Nasib serupa dialami para penggemar. Meski sudah diperingatkan untuk datang empat jam sebelumnya, unggahan media sosial menunjukkan antrean dua jam atau lebih di pintu masuk penonton. Beberapa pemindai tiket dilaporkan macet, memperparah penumpukan massa di area luar stadion berkapasitas 80.000 kursi tersebut. Ironisnya, saat para pemain Spanyol dan Argentina memasuki lapangan 45 menit sebelum kick-off, tribun bawah stadion tampak cukup terisi, termasuk sektor pendukung kedua tim yang hampir penuh.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kejadian ini menjadi pengingat akan tantangan logistik yang mungkin dihadapi saat Piala Dunia 2026 yang akan digelar di AS, Meksiko, dan Kanada. Dengan jumlah penonton yang jauh lebih besar, kegagalan manajemen kerumunan seperti ini bisa mencoreng reputasi tuan rumah. Apalagi, insiden final Copa America 2024 di Miami Gardens, Florida, telah menjadi preseden buruk: kick-off ditunda lebih dari 75 menit karena kewalahan menangani lonjakan pengunjung, bahkan banyak penonton tanpa tiket berhasil memaksa masuk.
Menurut analis keamanan olahraga, kehadiran kepala negara seperti Trump memang memerlukan pengamanan ekstra, namun koordinasi antara FIFA, Secret Service, dan panitia lokal dinilai kurang matang. โIni bukan sekadar antrean panjang, tetapi kegagalan sistem yang bisa berakibat fatal jika terjadi situasi darurat,โ ujar seorang pakar yang enggan disebut namanya. Pertanyaan besarnya: apakah AS dan mitranya sudah siap mengelola puluhan ribu penggemar dari seluruh dunia dalam dua tahun mendatang?



