Final Piala Dunia 2026: Argentina vs Spanyol, Nico Gonzalez Starter
Baca dalam 60 detik
- Argentina menurunkan Nico Gonzalez sebagai starter bersama Messi di final Piala Dunia 2026, sementara Lautaro Martinez dan Nico Paz menjadi cadangan.
- Spanyol tampil impresif sepanjang turnamen, menyingkirkan Prancis di semifinal, dan mengandalkan Lamine Yamal yang pulih dari cedera.
- Kemenangan Argentina akan menyamai rekor Italia dan Jerman dengan empat gelar, hanya tertinggal dari Brasil yang memiliki lima.

Final Piala Dunia 2026 mempertemukan juara bertahan Argentina dengan Spanyol di MetLife Stadium, New Jersey, dalam laga yang menjanjikan duel taktik dan bakat muda. Pelatih Lionel Scaloni memilih menempatkan winger Juventus, Nico Gonzalez, sebagai starter bersama Lionel Messi, sementara Lautaro Martinez—pencetak gol kemenangan semifinal—kembali harus puas di bangku cadangan.
Keputusan mengejutkan ini mengindikasikan strategi agresif Argentina sejak menit awal. Nico Gonzalez, yang musim lalu bersinar di Serie A bersama Juventus, dipilih menggantikan Giuliano Simeone. Di sisi lain, Spanyol yang tampil semakin matang sepanjang turnamen menurunkan skuad terbaiknya, termasuk Lamine Yamal yang sempat diragukan karena cedera paha kiri. Yamal akhirnya dinyatakan fit dan menjadi andalan di lini depan bersama Dani Olmo dan Alex Baena.
Jalan kedua tim menuju final sangat kontras. Argentina harus melalui serangkaian kemenangan dramatis, termasuk comeback di babak gugur dan gol penentu di menit akhir. Lautaro Martinez, yang menjadi top skor Serie A bersama Inter, justru lebih sering menjadi supersub. Sementara itu, Spanyol yang sempat bermain imbang di laga perdana melawan Cape Verde, perlahan menemukan ritme dan tampil dominan, termasuk kemenangan telak 2-0 atas favorit Prancis di semifinal.
Dari sisi statistik, Spanyol unggul dalam penguasaan bola dan efektivitas serangan, sementara Argentina mengandalkan pengalaman dan ketajaman Messi di momen krusial. Pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pemain-pemain yang berkarir di Italia, seperti Fabian Ruiz (eks Napoli) yang kembali dipercaya mengisi lini tengah Spanyol menggantikan Pedri. Sementara itu, Argentina menurunkan trio lini tengah De Paul, Enzo Fernandez, dan Mac Allister yang solid sepanjang turnamen.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena beberapa pemain memiliki koneksi dengan Serie A yang populer di Tanah Air. Selain Nico Gonzalez dan Lautaro Martinez, nama Nico Paz—produk akademi Como yang kini bersinar—juga menjadi sorotan. Pertandingan ini juga bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan sepak bola nasional, terutama dalam hal pembinaan pemain muda dan strategi menghadapi tim-tim besar.
Dengan kemenangan, Argentina akan mencatatkan diri sebagai salah satu negara tersukses dalam sejarah Piala Dunia. Namun, Spanyol yang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah mengalahkan Prancis, siap memberikan perlawanan sengit. Pertanyaannya, akankah Messi menambah satu lagi trofi emas dalam koleksinya, atau justru generasi muda Spanyol yang akan mengukir sejarah baru?



