Rafael Leao Mulai Lirik Turki, Chelsea Masih Angin-Anginan
Baca dalam 60 detik
- Bintang AC Milan Rafael Leao mulai mempertimbangkan tawaran dari Galatasaray dan Fenerbahce setelah minim peminat dari Premier League.
- Chelsea baru sebatas inquiry, sementara Manchester United dan Aston Villa belum menunjukkan ketertarikan serius.
- Leao bersedia pindah ke Turki asalkan mendapat gaji setidaknya dua kali lipat dari pendapatannya saat ini di Milan.

Masa depan Rafael Leao di AC Milan semakin jelas akan berakhir, namun pelabuhan berikutnya masih diselimuti ketidakpastian. Klub-klub Premier League yang diincar belum juga bergerak, sementara dua raksasa Turki, Galatasaray dan Fenerbahce, justru paling serius mengajukan proposal. Kini, penyerang Portugal itu mulai melunak dan membuka pintu untuk hijrah ke Super Lig โ dengan satu syarat utama: nilai kontrak yang menggiurkan.
Leao sudah beberapa kali menyatakan dalam wawancara sebelum Piala Dunia bahwa petualangannya di San Siro sudah usai. Ia ingin tantangan baru. Milan pun tak keberatan melepasnya karena kontrak yang berlaku hingga Juni 2028 dinilai terlalu mahal โ sekitar โฌ5,5 juta per musim plus bonus โ dan tidak akan diperpanjang. Namun, masalahnya, klub-klub yang benar-benar mengajukan tawaran konkret hanya berasal dari Turki. Leao awalnya kurang antusias, tetapi situasi memaksanya untuk realistis.
Menurut laporan Sportitalia, Chelsea sempat melakukan pendekatan, meski baru sebatas tahap awal permintaan informasi. Belum ada negosiasi serius. Sementara itu, Manchester United dan Aston Villa, yang sempat dikaitkan, justru menunjukkan sikap dingin. Minimnya opsi di liga elite Eropa membuat Leao akhirnya mempertimbangkan opsi Turki sebagai pelarian yang layak.
Galatasaray dan Fenerbahce sama-sama siap menawarkan gaji yang hampir dua kali lipat dari pendapatan Leao saat ini โ sekitar โฌ10 juta per musim. Angka itu diyakini cukup untuk mengubah pikiran sang pemain. Namun, Leao masih menunggu apakah ada kejutan dari Premier League sebelum benar-benar memutuskan. Jendela transfer musim dingin bisa menjadi penentu.
Bagi pengamat sepak bola, situasi ini menarik karena menunjukkan pergeseran kekuatan pasar. Liga Turki, meski bukan tujuan utama bintang Eropa, mulai mampu bersaing secara finansial. Sementara itu, Premier League yang biasanya menjadi magnet justru terkesan selektif. Keputusan Leao dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi indikator tren pergerakan pemain di bursa transfer.
Dari sisi AC Milan, penjualan Leao menjadi prioritas untuk mengurangi beban gaji dan mendapatkan dana segar. Namun, jika tidak ada klub besar yang datang, Milan mungkin harus menerima kenyataan melepas pemain bintangnya ke Turki โ sebuah skenario yang jarang terjadi untuk pemain sekaliber Leao. Pertanyaannya, akankah Chelsea atau klub Premier League lain bergerak cepat, atau Leao akan menjadi bintang baru Super Lig?



