Ivan Perisic Ingin Pulang ke Inter Milan: Bukti Loyalitas atau Sekadar Nostalgia?
Baca dalam 60 detik
- Ivan Perisic dikabarkan ingin hengkang dari PSV Eindhoven pada bursa transfer musim panas 2026 demi kembali berseragam Inter Milan.
- Pemain berusia 37 tahun itu dinilai masih tajam setelah tampil impresif bersama Kroasia di Piala Dunia 2026, dan siap menjadi pelapis di kedua sisi sayap Inter.
- Inter sebelumnya gagal memboyong Perisic pada Januari 2026 karena PSV menolak, namun kini peluang terbuka kembali mengingat kontraknya akan habis.

Ivan Perisic, pemain sayap veteran asal Kroasia, dikabarkan tengah mendorong kepulangannya ke Inter Milan pada bursa transfer musim panas 2026, hanya beberapa bulan setelah kontraknya bersama PSV Eindhoven berakhir. Keinginan ini muncul empat tahun setelah ia meninggalkan San Siro dengan status bebas transfer menuju Tottenham Hotspur pada Juli 2022.
Menurut laporan Tuttosport dan Calciomercato, Perisic merasa masih memiliki energi dan kualitas untuk berkontribusi di level tertinggi. Buktinya, ia tampil gemilang bersama Kroasia di Piala Dunia 2026 yang baru saja bergulir, membungkam keraguan mengenai usianya yang sudah menginjak 37 tahun. Kini, ia disebut siap menantang diri sendiri dengan kembali ke Serie A, liga yang sudah ia kenal baik.
Perisic bukanlah wajah asing bagi Inter. Ia membela Nerazzurri dalam dua periode: pertama dari 2015 hingga 2019, lalu kembali setelah masa peminjaman di Bayern Munich sebelum akhirnya hengkang ke Tottenham. Total, ia mencatatkan 254 penampilan kompetitif untuk Inter, dengan sumbangan 55 gol dan 50 assist. Angka tersebut menunjukkan betapa produktifnya ia sebagai wingback yang mampu bermain di kedua sisi.
Kembalinya Perisic ke Inter bukan sekadar nostalgia. Secara taktis, ia bisa menjadi solusi atas masalah yang dihadapi Inter di sisi kanan pertahanan. Denzel Dumfries, yang selama ini menjadi andalan, belum mendapatkan pengganti yang sepadan. Perisic, yang piawai bermain di kedua sisi, bisa menjadi opsi darurat sekaligus pelapis bagi Federico Dimarco di kiri. Pengalamannya di level tertinggi, termasuk di Piala Dunia, membuatnya layak dipertimbangkan.
Namun, Inter harus bersabar. Pada Januari 2026, mereka sudah mencoba mendekati Perisic, tetapi PSV Eindhoven menolak karena masih membutuhkan jasanya di sisa musim. Kini, dengan kontrak yang akan habis, PSV mungkin lebih terbuka untuk negosiasi, atau Inter bisa menunggu hingga musim panas untuk merekrutnya secara gratis. Langkah ini tentu lebih menguntungkan secara finansial, terutama di tengah regulasi keuangan yang ketat di Serie A.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Perisic mengingatkan pada pemain-pemain veteran yang tetap haus akan tantangan. Di Liga 1, beberapa pemain senior seperti Bambang Pamungkas atau Kurniawan Dwi Yulianto pernah menunjukkan bahwa usia bukanlah halangan. Namun, perbedaan level kompetisi membuat langkah Perisic patut diapresiasi. Jika berhasil kembali, ia akan menjadi salah satu pemain tertua yang masih produktif di Serie A, sekaligus inspirasi bagi pemain-pemain Indonesia yang ingin berkarier panjang.
Pertanyaan besarnya: apakah Inter bersedia memberikan tempat di skuad utama untuk pemain seusianya? Ataukah ini hanya manuver Perisic untuk memperpanjang karier di Eropa sebelum pensiun? Keputusan akhir akan bergantung pada kebijakan transfer Inter dan kesediaan PSV untuk melepas. Yang jelas, rumor ini telah menghangatkan bursa transfer musim panas 2026.



