Syed Saddiq Pilih Fokus Bangun Keluarga Setelah Satu Dekade di Politik
Baca dalam 60 detik
- Anggota Parlemen Muar, Syed Saddiq, mengumumkan prioritas baru untuk memulai keluarga setelah sepuluh tahun berkecimpung di politik.
- Meski demikian, ia tetap berkomitmen menjalankan tugas publik hingga parlemen bubar dan menyerahkan kepemimpinan partai Muda kepada kader terpilih.
- Keputusan ini mencerminkan tren politisi muda yang mulai menyeimbangkan kehidupan pribadi dengan karier politik yang melelahkan.

Setelah satu dekade bergelut dalam kancah politik yang tak pernah berhenti, Muar MP Syed Saddiq Syed Abd Rahman memutuskan untuk mengalihkan fokusnya ke kehidupan pribadi: membangun keluarga. Pengumuman itu disampaikan di Pusat Khidmat Parlimen Muar pada Minggu (19/7), seperti dilaporkan Sinar Harian.
Syed Saddiq, yang bertunangan dengan aktris dan penyanyi Bella Astillah pada 28 Maret lalu, mengakui bahwa perjalanan politiknya sejak 2014 telah menguras energi, tidak hanya dirinya tetapi juga keluarganya. โSejujurnya, sekarang saya ingin fokus memulai keluarga sendiri. Sejak masuk politik sekitar 2014, saya tidak pernah berhenti. Bukan hanya saya yang menjalaninya; keluarga saya juga mengalaminya,โ ujarnya.
Meskipun mengambil langkah mundur dari hiruk-pikuk politik, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu menegaskan bahwa ia tidak akan mengabaikan tanggung jawab publiknya. Ia berjanji akan terus melayani konstituennya dan tetap menjadi anggota aktif partai Muda hingga parlemen dibubarkan. Syed Saddiq juga menekankan bahwa Muda kini berada di tangan yang tepat di bawah kepemimpinan Amira Aisya dan Aziz yang terpilih secara demokratis.
Langkah Syed Saddiq ini menarik perhatian karena ia dikenal sebagai figur vokal yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah. Namun, keputusannya untuk menekan tombol pause pada karier politiknya menunjukkan bahwa tekanan politik yang berkepanjangan dapat berdampak pada kehidupan pribadi seorang politisi. Di Indonesia, fenomena serupa juga terlihat di kalangan politisi muda yang mulai menyadari pentingnya keseimbangan hidup, meskipun belum banyak yang secara terbuka mengumumkan pengunduran diri dari hiruk-pikuk politik.
Menurut pengamat politik dari Universitas Malaya, Prof. Dr. Mohd Azizuddin Mohd Sani, keputusan Syed Saddiq mencerminkan kelelahan politik yang umum terjadi setelah bertahun-tahun berada di garis depan. โPolitisi muda sering kali terjebak dalam ritme kerja yang tidak kenal lelah, dan keputusan untuk memprioritaskan keluarga bisa menjadi sinyal bahwa sistem politik perlu memberikan ruang bagi kesejahteraan pribadi,โ katanya.
Ke depan, publik akan mengamati apakah Syed Saddiq benar-benar akan mengurangi aktivitas politiknya atau justru kembali dengan semangat baru setelah menikah. Pertanyaan yang muncul: apakah langkah ini akan diikuti oleh politisi lain di kawasan Asia Tenggara yang menghadapi tekanan serupa?



