Messi di Ambang Sejarah: Final Piala Dunia 2026 Mungkin Bukan yang Terakhir
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi berpeluang menjadi kapten pertama yang dua kali mengangkat trofi Piala Dunia jika Argentina mengalahkan Spanyol di final 2026.
- Di usia 39 tahun, performa Messi di Piala Dunia 2026 tetap gemilang dengan delapan gol, memicu spekulasi bahwa ia bisa tampil di edisi 2030.
- Piala Dunia 2030 yang akan digelar di enam negara, termasuk Argentina, menjadi daya tarik besar bagi Messi untuk memperpanjang karier internasionalnya.

Lionel Messi berada di ambang sejarah. Jika Argentina mampu mengalahkan Spanyol pada final Piala Dunia 2026, ia akan menjadi kapten pertama yang dua kali mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola. Namun, pertanyaan yang mengemuka bukan hanya soal gelar, melainkan apakah ini akan menjadi penampilan terakhir sang megabintang di panggung dunia.
Argentina saat ini tinggal selangkah lagi meniru jejak Italia (1934 dan 1938) serta Brasil (1958 dan 1962) sebagai tim ketiga yang memenangi Piala Dunia dua edisi beruntun. Pelatih Lionel Scaloni menegaskan bahwa Messi adalah pemain terbaik sepanjang masa. "Dia adalah sejarah, legenda. Mencapai final di usia 39 tahun adalah sesuatu yang luar biasa," ujarnya. Scaloni juga mengaku tidak tahu apakah ini laga terakhir Messi bersama tim nasional.
Performa Messi di Piala Dunia 2026 memang sensasional. Dengan delapan gol dan dua assist, ia menjadi motor utama Argentina menuju final. Catatan assistnya di turnamen ini mencapai 12, terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Dari total 21 gol yang ia cetak di ajang ini, 15 di antaranya terjadi setelah usianya menginjak 35 tahunโsebuah bukti kebangkitan karier di usia senja.
Kemungkinan Messi tampil di Piala Dunia 2030 semakin terbuka lebar. Turnamen tersebut akan digelar di enam negara, dengan Argentina menjadi salah satu tuan rumah. Kesempatan bermain di depan publik sendiri bisa menjadi motivasi besar. Pengamat sepak bola Spanyol, Guillem Balague, meyakini Messi belum akan pensiun dari tim nasional. "Saya melihat dia masih menikmati bermain untuk Argentina. Gairahnya masih ada," kata Balague. Ia menambahkan bahwa Messi mampu menyelesaikan pertandingan 120 menit di usia 39 tahun, dengan intensitas berjalan kaki yang masih bisa ditambah.
Messi sendiri pernah mengatakan bahwa final 2022 akan menjadi laga terakhirnya di Piala Dunia. Namun, pernyataan itu terbukti keliru. Kini, setelah final 2026, publik kembali menanti keputusannya. Apakah ia akan mengikuti jejak Cristiano Ronaldo yang juga tampil di enam edisi Piala Dunia? Atau justru memilih pensiun setelah mencapai puncak karier?
Bagi Indonesia, perjalanan Messi menjadi inspirasi tersendiri. Di tengah gairah sepak bola nasional yang terus tumbuh, sosok seperti Messi mengajarkan bahwa dedikasi dan cinta pada olahraga bisa melampaui batas usia. Momen-momen seperti ini juga menjadi pengingat bahwa Piala Dunia bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan panggung bagi legenda untuk menuliskan babak terakhir kisah mereka.
Apakah final 2026 benar-benar menjadi akhir perjalanan Messi di Piala Dunia? Atau akankah kita melihatnya kembali berlaga di Amerika Selatan pada 2030? Satu hal yang pasti: dunia sepak bola akan terus menanti keajaiban berikutnya dari La Pulga.



