Saka Hattrick Bawa Inggris Hancurkan Prancis 6-4 di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Bukayo Saka mencetak tiga gol untuk mengantar Inggris mengalahkan Prancis 6-4 dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia, yang menjadi pertandingan dengan skor tertinggi di partai tersebut.
- Kylian Mbappe mencetak dua gol dan memecahkan rekor gol sepanjang masa Lionel Messi di Piala Dunia (22 gol), sekaligus memimpin perburuan Sepatu Emas dengan 10 gol.
- Laga ini juga menjadi pertandingan terakhir bagi pelatih Prancis Didier Deschamps yang mundur setelah 14 tahun menukangi Les Bleus.

Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Sabtu (19/7) malam, berubah menjadi pesta gol yang tak terlupakan. Inggris sukses membantai Prancis dengan skor telak 6-4, berkat hattrick gemilang dari bintang Arsenal, Bukayo Saka.
Sepuluh gol yang tercipta dalam laga ini menjadikannya sebagai partai perebutan tempat ketiga paling produktif sepanjang sejarah Piala Dunia. Catatan ini sekaligus menjadi yang tertinggi sejak Hungaria menang 10-1 atas El Salvador pada 1982. Meski hanya memperebutkan peringkat ketiga, kedua tim tetap tampil ngotot dan menghibur puluhan ribu penonton yang memadati stadion.
Inggris sudah unggul 4-0 di babak pertama melalui gol Declan Rice, Ezri Konsa, dan dua gol Saka (menit ke-37 dan injury time). Keunggulan ini sempat membuat Prancis terpuruk, namun kebangkitan terjadi di babak kedua. Kylian Mbappe memperkecil ketertinggalan pada menit ke-48 dan 66, sebelum Bradley Barcola serta Ousmane Dembele menambah dua gol bagi Les Bleus. Namun, Saka kembali menjadi pahlawan dengan gol penalti di menit ke-87, dan Jude Bellingham memastikan kemenangan lewat golnya pada menit ke-90+8.
Bagi Inggris, hasil ini menjadi pencapaian terbaik kedua setelah gelar juara 1966. Sementara itu, Mbappe menorehkan sejarah pribadi dengan memecahkan rekor gol sepanjang masa Piala Dunia milik Lionel Messi (22 gol berbanding 21). Dengan 10 gol di turnamen ini, ia memimpin perburuan Sepatu Emas, unggul dua gol dari Messi yang masih memiliki satu pertandingan final melawan Spanyol pada Minggu (20/7).
Laga ini juga menjadi pertandingan terakhir bagi pelatih Prancis Didier Deschamps. Pria berusia 56 tahun itu telah mengumumkan mundur setelah 14 tahun menukangi Les Bleus. Ia meninggalkan warisan berupa satu gelar juara Piala Dunia (2018) dan satu runner-up (2022).
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pertandingan ini menjadi tontonan menarik yang menunjukkan bahwa sepak bola Eropa tetap mendominasi panggung dunia. Dengan performa apik Saka dan Mbappe, persaingan di level klub Eropa musim depan diprediksi semakin sengit. Pertanyaannya, mampukah Messi membalas dengan hattrick di final dan merebut kembali Sepatu Emas?



