Bellingham Cetak Sejarah: Tujuh Gol di Piala Dunia, Lampaui Rekor Lineker dan Kane
Baca dalam 60 detik
- Jude Bellingham menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak tujuh gol dalam satu edisi Piala Dunia, mengalahkan rekor Gary Lineker dan Harry Kane.
- Gol penutupnya dalam kemenangan 6-4 atas Prancis pada perebutan tempat ketiga menunjukkan ketenangan dan kepercayaan diri yang luar biasa.
- Prestasi ini menempatkan Bellingham sejajar dengan legenda seperti Alan Shearer dan Harry Kane dalam hal produktivitas gol di turnamen besar.

Jude Bellingham resmi mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola Inggris setelah menjadi pemain pertama yang mengemas tujuh gol dalam satu edisi Piala Dunia. Gol penutupnya pada laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis, yang berakhir dengan skor 6-4 untuk kemenangan Inggris, memastikan rekor tersebut.
Gelandang Real Madrid berusia 23 tahun itu masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-79 dan mencetak gol pada tendangan terakhir pertandingan. Ia memimpin serangan balik dari garis tengah hingga ke kotak penalti Prancis, melewati seorang bek, dan menempatkan bola ke sudut gawang. Mantan gelandang Inggris Danny Murphy, yang menjadi komentator BBC One, memuji aksi tersebut: "Dia memiliki kepercayaan diri yang luar biasa pada kemampuannya. Kesabaran, keterampilan, dan penyelesaian akhirnyaโluar biasa. Inilah gol dari pemain terbaik Inggris."
Dengan torehan tujuh gol, Bellingham melampaui catatan Gary Lineker yang mencetak enam gol pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, serta rekan setimnya Harry Kane yang juga mengemas enam gol pada Piala Dunia 2018 di Rusia dan turnamen kali ini. Sebelumnya, Lineker dan Kane berbagi rekor sebagai pencetak gol terbanyak Inggris dalam satu edisi Piala Dunia. Kini, Bellingham berdiri sendirian di puncak.
Selain itu, Bellingham juga menyamai rekor jumlah gol terbanyak yang dicetak seorang pemain Inggris dalam satu turnamen besar, yaitu tujuh gol. Sebelumnya, Alan Shearer (Euro 2000) dan Harry Kane (Euro 2024) juga mencetak tujuh gol di Kejuaraan Eropa. Namun, Bellingham adalah satu-satunya yang mencapai angka tersebut di Piala Dunia.
Momen menarik terjadi dua belas menit sebelum gol Bellingham. Saat Inggris mendapatkan penalti, Bellingham sempat memegang bola, tetapi kemudian menyerahkannya kepada Bukayo Saka. Saka pun sukses mengeksekusi dan melengkapi hat-trick-nya. Usai pertandingan, Saka mengonfirmasi bahwa Bellingham tidak pernah berniat mengambil penalti tersebut. "Tidak, Jude tidak akan mengambilnya. Dialah yang pertama kali mengatakan 'ayo ambil hat-trick-mu', jadi tidak ada yang mengganggu saya. Saya memang selalu berniat mengambilnya," ujar Saka kepada BBC One.
Pencapaian Bellingham ini tidak hanya mengukuhkan statusnya sebagai bintang utama Inggris, tetapi juga menjadi sinyal bagi sepak bola Indonesia tentang pentingnya pengembangan pemain muda. Di Indonesia, talenta muda seperti Marselino Ferdinan dan Ronaldo Kwateh mulai menembus level internasional, meski masih jauh dari standar Eropa. Rekor Bellingham menunjukkan bahwa dengan pembinaan yang tepat, pemain muda bisa bersaing di panggung terbesar. Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) dapat menjadikan kasus Bellingham sebagai tolok ukur dalam program pembinaan usia dini.
Ke depan, tantangan bagi Bellingham adalah mempertahankan konsistensi di level klub dan turnamen berikutnya. Dengan usia yang baru 23 tahun, ia berpotensi memecahkan lebih banyak rekor. Namun, pertanyaan yang mengemuka adalah: akankah ia mampu membawa Inggris meraih gelar juara Piala Dunia, atau akankah ia justru menjadi pemain dengan rekor individu tanpa trofi tim? Jawabannya akan terungkap dalam turnamen-turnamen mendatang.



