Chelsea Sabet Morgan Rogers di Bawah Hidung Arsenal: Rekor Transfer £117 Juta
Baca dalam 60 detik
- Chelsea memenangi persaingan transfer Morgan Rogers dengan Arsenal setelah mencapai kesepakatan verbal senilai £117 juta bersama Aston Villa.
- Pemain timnas Inggris berusia 23 tahun itu dijadwalkan menjalani tes medis pada Senin dan meneken kontrak enam tahun plus opsi perpanjangan.
- Keputusan Rogers memilih Chelsea disebut dipengaruhi peran aktif pelatih Xabi Alonso yang meyakinkannya bahwa Stamford Bridge adalah tempat yang tepat.

Dalam salah satu drama transfer paling panas musim panas ini, Chelsea berhasil mengungguli Arsenal untuk mendapatkan tanda tangan Morgan Rogers. Klub London Barat itu dilaporkan telah mencapai kesepakatan verbal dengan Aston Villa senilai £117 juta—angka yang akan menempatkannya di jajaran transfer termahal dalam sejarah Premier League.
Menurut jurnalis transfer kenamaan David Ornstein dari The Athletic, Villa telah menerima tawaran tersebut dan proses finalisasi tengah berlangsung. Rogers, yang baru memperpanjang kontrak hingga 2031 bersama Villa, dijadwalkan menjalani tes medis pada Senin mendatang. Ia juga telah menyetujui kontrak berdurasi enam tahun dengan opsi perpanjangan satu musim.
Keputusan ini menjadi pukulan telak bagi Arsenal, yang selama berbulan-bulan disebut sebagai pemimpin perburuan pemain berusia 23 tahun itu. Mikel Arteta, pelatih Arsenal, menjadikan Rogers sebagai target utama untuk memperkuat lini depan. Namun, sang pemain akhirnya memilih Chelsea, dengan pelatih anyar The Blues, Xabi Alonso, disebut memainkan peran kunci dalam meyakinkannya.
Rogers memulai karier di akademi West Bromwich Albion sebelum pindah ke Manchester City, meski tak pernah tampil di tim utama. Setelah masa pinjaman dan kebangkitan bersama Middlesbrough, ia bergabung dengan Aston Villa pada 2024. Di bawah asuhan Unai Emery, ia berkembang menjadi salah satu pemain depan paling ditakuti di Premier League, berkat kecepatan, kekuatan, dan fleksibilitasnya bermain di berbagai posisi serangan.
Bagi Chelsea, pembelian ini bukan sekadar investasi jangka panjang. Rogers telah membuktikan diri dengan kontribusi gol dan assist dua digit dalam dua musim terakhir. Di usianya yang masih 23 tahun, ia dianggap memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Alonso, yang baru mengambil alih kursi pelatih, tampaknya ingin membangun tim di sekitar pemain muda berbakat Inggris.
Dari sisi Aston Villa, posisi negosiasi mereka sangat kuat berkat kontrak panjang Rogers. Mereka tidak terdesak menjual kecuali ada tawaran luar biasa—dan tawaran Chelsea memenuhi syarat tersebut. Uang sebesar itu akan memberi Villa amunisi besar untuk memperkuat skuad mereka di bursa transfer.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga ini menjadi pengingat betapa sengitnya persaingan di papan atas Premier League. Keputusan Rogers memilih Chelsea ketimbang Arsenal juga menunjukkan bahwa daya tarik klub tidak hanya ditentukan oleh prestasi terkini, tetapi juga visi pelatih dan proyek jangka panjang. Pertanyaan besarnya: akankah Rogers mampu memenuhi ekspektasi sebesar harga yang dibayarkan? Atau justru tekanan finansial akan menghambat perkembangannya? Hanya waktu yang bisa menjawab.



