Aston Villa Siapkan Duet Gomes-Palhinha di Lini Tengah Usai Ditinggal Tiga Pilar
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa kehilangan tiga gelandang inti akibat cedera panjang dan transfer, memaksa klub bergerak cepat di bursa.
- Joao Gomes dari Wolves sudah sepakat dengan biaya £38 juta, sementara Joao Palhinha dari Bayern Munich dikabarkan akan datang dengan status pinjaman.
- Duet Gomes-Palhinha dinilai mampu menambal lubang di lini tengah Villa, dengan Palhinha unggul dalam duel dan tekel.

Aston Villa harus merombak total lini tengahnya setelah tiga gelandang utama—Boubacar Kamara, Amadou Onana, dan Youri Tielemans—dipastikan absen hingga 2027 atau hengkang ke Manchester United. Manajemen klub pun bergerak cepat dengan mendatangkan Joao Gomes dari Wolverhampton Wanderers dan dikabarkan akan meminjam Joao Palhinha dari Bayern Munich.
Krisis di lini tengah Villa bermula dari cedera lutut parah yang dialami Kamara dan Onana, yang membuat keduanya diperkirakan baru bisa kembali bermain pada awal 2027. Situasi semakin pelik setelah Tielemans memicu klausul rilis £35 juta dan pindah ke Old Trafford dengan kontrak lima tahun. Kepergian tiga pemain kunci ini memaksa Unai Emery mencari solusi instan di bursa transfer musim panas.
Langkah pertama sudah diambil dengan mencapai kesepakatan penuh bersama Wolves untuk mengamankan jasa Joao Gomes. Klub asal Birmingham itu dikabarkan membayar £38 juta—menjadikannya transfer termahal keempat dalam sejarah 152 tahun Villa. Gomes, yang baru berusia 25 tahun, dikenal sebagai perebut bola ulung. Musim lalu ia mencatat rata-rata 3,4 tekel per 90 menit, lebih baik dari 90% gelandang Premier League lainnya. Kemampuannya membawa bola juga patut diperhitungkan, dengan 1,4 dribel sukses per 90 menit—hanya kalah dari dua gelandang lain di liga.
Tak berhenti di Gomes, Villa juga dikabarkan sepakat meminjam Joao Palhinha dari Bayern Munich hingga akhir musim. Menurut laporan A Bola, pemain asal Portugal itu akan segera terbang ke Inggris setelah menolak tawaran Benfica. Palhinha bukan wajah baru di Premier League; ia pernah dipinjamkan ke Tottenham Hotspur pada musim 2025/26 dan membantu klub tersebut menjauh dari zona degradasi. Statistiknya musim lalu sangat impresif: 4,5 tekel per 90 menit—lebih tinggi dari Gomes—dan berada di atas 98% pemain Premier League. Analis Marcus Bring bahkan menjulukinya sebagai "monster bertahan".
Perbandingan statistik menunjukkan Palhinha unggul dalam aspek defensif, termasuk jumlah duel darat yang dimenangkan (7,9 per 90 berbanding 4,1 milik Gomes). Namun, Gomes lebih unggul dalam dribel dan mobilitas. Kombinasi keduanya diyakini bisa saling melengkapi: Gomes sebagai penggerak bola dan Palhinha sebagai penghancur serangan lawan. Meski demikian, Villa juga baru saja mendatangkan Johan Manzambi dari Freiburg dengan rekor transfer klub, menandakan ambisi Emery untuk membangun lini tengah jangka panjang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, langkah agresif Villa ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Premier League merespons krisis dengan cepat. Kehadiran pemain Brasil dan Portugal juga bisa meningkatkan daya tarik tayangan liga Inggris di Tanah Air, mengingat basis penggemar yang besar untuk kedua negara tersebut. Pertanyaan selanjutnya: akankah duet Gomes-Palhinha mampu mengantarkan Villa bersaing di papan atas dan merebut trofi musim depan?



