Ryan Fox Ukir Sejarah di British Open: Catat Skor 62, Samai Rekor Major
Baca dalam 60 detik
- Pegolf asal Selandia Baru, Ryan Fox, mencatatkan skor 62 pada putaran ketiga British Open, menyamai rekor terendah di turnamen major pria.
- Fox memulai hari dengan skor par dan mencatat sembilan birdie serta satu bogey, termasuk sembilan birdie di sembilan hole pertama.
- Skor 62 hanya tercipta lima kali sebelumnya di major pria, dan Fox menjadi pemain ketiga yang mencapai angka tersebut di British Open 2025.

Ryan Fox, pegolf asal Selandia Baru, menorehkan namanya dalam buku sejarah British Open setelah mencatatkan skor delapan-under 62 pada putaran ketiga di Royal Birkdale, Sabtu (19/7). Skor tersebut tidak hanya menyamai rekor putaran terendah di turnamen major pria, tetapi juga membawanya memuncaki klasemen sementara bersama Lucas Herbert dari Australia.
Fox, yang memulai hari dengan skor level par, tampil luar biasa dengan sembilan birdie dan hanya satu bogey. Ia mencatatkan skor 29 pada sembilan hole pertama, sebuah pencapaian langka di turnamen major. Peluang untuk mencatat skor 61—yang belum pernah terjadi di major pria—sempat terbuka lebar saat ia mendekati hole 18, namun putt panjangnya untuk birdie gagal masuk. Meski demikian, skor 62 yang diraihnya sudah cukup untuk mengukir sejarah.
Skor 62 di major pria sebelumnya hanya tercipta lima kali, termasuk oleh Branden Grace di British Open 2017 (juga di Royal Birkdale), Rickie Fowler dan Xander Schauffele di US Open 2023, serta Schauffele dan Shane Lowry di PGA Championship 2024. Fox menjadi pemain ketiga yang mencapai angka tersebut di British Open edisi tahun ini, setelah Lucas Herbert dan Sam Burns melakukannya pada putaran kedua.
Persaingan di papan atas semakin ketat. Lucas Herbert, yang juga mencatat skor 62 pada putaran kedua, nyaris membuat sejarah dengan skor 61 namun gagal memasukkan putt sepanjang lima kaki di hole 18. Sementara itu, tiga pegolf Amerika—Jackson Suber, Cameron Young, dan Ryan Gerard—berada dua pukulan di belakang dengan skor enam-under par. Bryson DeChambeau, yang mendapat penalti dua pukulan pada putaran kedua karena secara tidak sengaja memperbaiki area ayunannya, memulai putaran ketiga dengan skor lima-under par. Adapun Scottie Scheffler, peringkat satu dunia yang berusaha mempertahankan gelar juara, tertinggal empat pukulan.
Fox, yang belum pernah finis di 20 besar dalam sembilan penampilan sebelumnya di British Open, mengaku mengubah strategi bermainnya. "Rencana permainannya adalah bermain agresif. Saya banyak menggunakan driver, kecuali di hole 1 dan 9. Strategi berubah sedikit tergantung angin di sini," ujarnya kepada Sky Sports. Ia juga mengaku senang bisa bermain bersama Xander Schauffele, yang telah dua kali mencatat skor 62 di major. Schauffele sendiri mencatat skor 66 pada putaran ketiga dan berada di posisi empat-under par.
Bagi penggemar golf di Indonesia, performa Fox menjadi pengingat bahwa rekor-rekor di turnamen major masih bisa dipecahkan. Dengan kondisi lapangan yang tenang dan minim angin di Royal Birkdale, skor rendah menjadi lebih mungkin terjadi. Pertanyaan besarnya sekarang: akankah Fox mampu mempertahankan performa ini pada putaran final, atau justru Herbert atau pemain lain yang akan keluar sebagai juara? Satu hal yang pasti, sejarah telah terukir di Southport.



