McIlroy Kecam DeChambeau: Sandera Turnamen Open Itu Tidak Etis
Baca dalam 60 detik
- Bryson DeChambeau terkena penalti dua pukulan karena memperbaiki posisi bola secara tidak sengaja, memicu kemarahan Rory McIlroy.
- McIlroy menilai aksi DeChambeau yang memperdebatkan keputusan ofisial selama puluhan menit telah menyandera jalannya turnamen.
- Insiden ini kembali memanaskan rivalitas kedua pegolf, dengan McIlroy secara terbuka mengaku tidak menyukai gaya DeChambeau.

Rory McIlroy melontarkan kritik pedas kepada Bryson DeChambeau setelah pegolf Amerika itu terlibat perdebatan sengit dengan ofisial turnamen Open Championship di Royal Birkdale, Jumat malam. McIlroy menuduh DeChambeau menyandera jalannya kompetisi karena menunda pukulan selama puluhan menit akibat sengketa aturan.
Insiden bermula saat DeChambeau dianggap secara tidak sengaja memperbaiki posisi bola sebelum melakukan pukulan kedua di hole kelima. Ofisial R&A menjatuhkan penalti dua pukulan, yang membuat DeChambeau turun dari posisi satu pukulan di belakang pemimpin menjadi tertinggal tiga pukulan. DeChambeau kemudian terlibat diskusi panjang dan panas dengan ofisial, bahkan kembali ke lokasi kejadian setelah ronde selesai untuk memperdebatkan keputusan tersebut.
"Tidak ada keraguan bahwa dia memperbaiki jalur ayunan ke belakangnya," ujar McIlroy, yang kalah dari DeChambeau di final US Open 2024. "Entah itu ceroboh atau disengaja, saya rasa tidak penting. Semoga itu ceroboh, tapi penalti dua pukulan sudah tepat."
McIlroy tidak menyembunyikan ketidaksukaannya terhadap rivalnya itu. "Saya tidak akan berpura-pura membela Bryson. Saya tidak terlalu suka padanya. Banyak dari aksinya yang bersifat panggung, hanya untuk mencari perhatian," katanya. "Menahan turnamen seperti itu, membuat kami semua—pemain, sukarelawan—menunggu dia, itu bukan pemandangan yang bagus."
Kontroversi ini kembali memanaskan rivalitas dua pegolf top dunia. McIlroy, yang dikenal sebagai figur tenang di luar lapangan, jarang mengkritik rekan seprofesi secara langsung. Namun, kekalahannya dari DeChambeau di US Open 2024 sepertinya masih menyisakan luka. Di sisi lain, DeChambeau dikenal sebagai sosok kontroversial dengan gaya bermain agresif dan kepribadian flamboyan.
Bagi pegolf Indonesia, insiden ini menjadi pengingat pentingnya etika dan sportivitas di lapangan. "Di turnamen lokal, kita sering melihat pemain yang terlalu lama berdebat dengan wasit soal aturan. Ini bisa mengganggu ritme permainan dan merugikan pemain lain," ujar seorang analis golf Tanah Air yang enggan disebut namanya. "Sebaiknya keputusan ofisial diterima dengan lapang dada, meski terasa tidak adil."
Ke depan, rivalitas McIlroy vs DeChambeau diprediksi akan semakin sengit. Dengan keduanya masih berada di puncak performa, setiap pertemuan di turnamen besar akan selalu dinantikan. Akankah perseteruan ini berujung pada duel klasik di lapangan, atau justru memperkeruh suasana dunia golf profesional?



