All Blacks Hajar Irlandia di Eden Park: Catatan 32 Tahun Tak Terkalahkan Terjaga
Baca dalam 60 detik
- Selandia Baru menang telak 6 try atas Irlandia dalam lanjutan Nations Championship, memperpanjang rekor tak terkalahkan di Eden Park sejak 1994.
- Kesalahan sendiri Irlandia di babak pertama dimanfaatkan habis oleh All Blacks, yang unggul 28-7 saat turun minum.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Selandia Baru menjelang rangkaian empat laga melawan Afrika Selatan bulan depan.

Selandia Baru kembali menunjukkan dominasinya di kandang sendiri dengan menghancurkan Irlandia 6 try berbanding 3 dalam laga Nations Championship di Eden Park, Auckland, Sabtu (8/7). Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan All Blacks di stadion tersebut selama 32 tahunโtepatnya 53 laga uji coba tanpa kekalahan sejak 1994.
Bertindak sebagai tuan rumah, All Blacks tampil agresif sejak menit awal. Patrick Tuipulotu, Ardie Savea, Will Jordan, dan Asafo Aumua sukses mencetak try di babak pertama, memastikan bonus poin sebelum jeda. Satu-satunya try Irlandia di paruh pertama dicetak Jack Conan setelah Luke Jacobson, pemain sayap Selandia Baru, mendapat kartu kuning karena tekel berbahaya ke kepala Josh van der Flier. Jacobson nyaris diusir dengan kartu merah, tetapi setelah ditinjau, wasit hanya memberikan hukuman 10 menit.
Di babak kedua, Irlandia mencoba bangkit lewat try Joe McCarthy dan Hugo Keenan, namun Damian McKenzie dan Anton Lienert-Brown memastikan kemenangan telak bagi tuan rumah. Skor akhir 42-19 menjadi pukulan telak bagi Irlandia yang sebelumnya mengalahkan Australia dan Jepang dalam dua laga perdana Nations Championship.
Kapten Selandia Baru, Ardie Savea, mengaku bangga dengan performa timnya. โKami bicara soal pukulan pertama, dan kami langsung unggul di lima menit awal. Itulah kuncinya,โ ujarnya. Sementara itu, kapten Irlandia Dan Sheehan mengakui keunggulan lawan. โAll Blacks adalah tim kelas atas. Jika Anda tidak tampil 100 persen, mereka akan menghukum Anda. Kami tahu sekarang di mana posisi kami dan apa yang harus diperbaiki menjelang Piala Dunia,โ katanya.
Bagi penggemar rugbi di Indonesia, laga ini menjadi tontonan kelas dunia yang menunjukkan betapa pentingnya disiplin dan eksekusi di level tertinggi. Irlandia, yang sering dianggap sebagai salah satu tim terbaik Eropa, harus mengakui keunggulan fisik dan taktik All Blacks. Kekalahan ini juga menjadi pelajaran berharga bagi tim-tim Asia yang ingin menyaingi kekuatan tradisional rugbi dunia.
Ke depan, Selandia Baru akan menghadapi ujian berat melawan juara dunia Afrika Selatan dalam empat laga beruntun bulan depan. Sementara Irlandia harus menunggu hingga November untuk membalas kekalahan ini, saat mereka menjamu Argentina, Fiji, dan Afrika Selatan di kandang sendiri. Pertanyaan besarnya: mampukah Irlandia memperbaiki kelemahan di babak pertama yang menjadi momok berulang?



