F1 dan Moët Hennessy Luncurkan 'The Out Lap': Sajian Bintang Michelin di Atas Lintasan Balap
Baca dalam 60 detik
- Pengalaman bersantap eksklusif 'The Out Lap' memadukan menu Michelin-star dengan satu putaran di sirkuit F1, dibanderol Rp200 juta per orang.
- Kolaborasi Liberty Media dan Moët Hennessy ini menyasar kalangan superkaya, dengan truk kaca berkapasitas 12 tamu yang berhenti di tikungan ikonik.
- Konsep ini bisa menjadi inspirasi bagi ajang balap di Indonesia, seperti Mandalika, untuk mengembangkan pariwisata berbasis pengalaman premium.

Formula One (F1) dan produsen sampanye Moët Hennessy meluncurkan pengalaman bersantap paling eksklusif di dunia balap: 'The Out Lap', sebuah jamuan makan bintang Michelin yang disajikan saat mobil melaju lambat di atas lintasan. Dengan harga 10.000 poundsterling atau sekitar Rp200 juta per orang, paket ini bukan sekadar makanan di atas roda, melainkan perpaduan antara adrenalin balap dan kemewahan gastronomi.
Pengalaman ini dimulai dengan para tamu yang diantar dari area garasi menuju grid start menggunakan 'ruang makan berjalan'—sebuah truk mewah berdinding kaca yang mampu menampung 12 orang. Di dalamnya, chef dunia menyajikan kreasi kuliner kelas atas yang dipadukan dengan anggur dan minuman premium. Setelah menikmati hidangan, truk akan melintasi sirkuit dengan kecepatan rendah, berhenti di tikungan-tikungan legendaris seperti Eau Rouge di Spa-Francorchamps, Belgia, sementara seorang mantan pembalap memberikan komentar pribadi tentang setiap sudut trek.
Debut 'The Out Lap' berlangsung pada Grand Prix Belgia akhir pekan ini di Sirkuit Spa-Francorchamps, trek terpanjang dalam kalender F1 sepanjang 7,004 km. Setelah itu, pengalaman serupa akan digelar di Zandvoort (Belanda), Monza (Italia), dan Madrid. Juru bicara Moët Hennessy mengonfirmasi bahwa sesi di Spa—yang dijadwalkan dua kali pada Jumat dan dua kali pada Sabtu setelah aktivitas lintasan usai—sudah penuh dipesan, sementara tiket di venue lain masih tersedia.
Untuk menu perdana, F1 menggandeng chef asal Prancis Yannick Alleno, yang memegang rekor sebagai chef dengan bintang Michelin terbanyak di dunia—18 bintang dari 21 restoran. Alleno juga merupakan duta untuk sampanye resmi F1, Moët & Chandon. Kehadirannya memastikan setiap hidangan tidak hanya lezat tetapi juga mencerminkan kemewahan yang identik dengan dunia balap jet darat.
Bagi Indonesia, konsep ini membuka peluang baru dalam pengembangan pariwisata olahraga. Sirkuit Mandalika di Lombok, yang telah menjadi tuan rumah MotoGP dan WSBK, bisa mengadopsi model serupa untuk menarik wisatawan premium. Dengan pemandangan pantai dan budaya lokal yang kaya, Mandalika memiliki potensi besar untuk menyajikan pengalaman bersantap di lintasan yang tak kalah spektakuler. Namun, tantangan regulasi dan investasi infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah.
Ke depan, pertanyaannya bukan hanya apakah 'The Out Lap' akan menjadi tren baru di dunia balap, tetapi juga apakah Indonesia siap mengambil peran dalam industri pariwisata pengalaman kelas atas ini. Dengan semakin banyaknya ajang internasional yang digelar di Tanah Air, inovasi seperti ini bisa menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata olahraga nasional.



